Internasional

Inggris: Pembunuhan Massal di Ukraina dengan Skala yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya di Eropa

fin.co.id - 06/04/2022, 16:09 WIB

Inggris: Pembunuhan Massal di Ukraina dengan Skala yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya di Eropa

Kondisi Ukraina setelah mendapat invasi dari Rusia sejak Februari lalu. (antara)

JAKARTA, FIN.CO.ID - Dunia harus bertindak menghentikan pembunuhan massal di Ukraina.

Hal ini dikatakan Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid pada Rabu, 6 April 2022. 

(BACA JUGA: Pembantaian di Kota Bucha Ukraina, Adalah Provokasi Mendiskreditkan Rusia, Tidak Ada Fakta, Hanya Kebohongan)

Sajid Javid membandingkan laporan pembunuhan warga sipil oleh pasukan Rusia dengan genosida 1995 Bosnia.

Sejak pasukan Rusia mundur dari kota dan desa di sekitar Ibu Kota Ukraina, Kiev, pasukan Ukraina menunjukkan kepada wartawan jasad-jasad.

Yang katanya, warga sipil dibunuh oleh pasukan Rusia, rumah-rumah yang telah hancur dan mobil-mobil yang terbakar.

"Ini adalah pembunuhan massal dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya di Eropa. Kami belum pernah menyaksikan ini, saya rasa sejak 1995," katanya kepada BBC.

(BACA JUGA: Ratusan Jasad Tergeletak di Bucha Dianggap Provokasi Kejahatan, Rusia dan Ukraina Saling Tuduh)

Pada Juli 1995 pasukan Serbia Bosnia menyerbu "zona aman" PBB di Kota Srebrenica dan membantai kaum pria dalam peristiwa yang secara luas dianggap sebagai kekejaman paling sadis di Eropa sejak Perang Dunia II.

"Saya tidak mau mengenang genosida lainnya di Eropa beberapa tahun dari sekarang. Kami memilik kekuatan, dunia memiliki kekuatan untuk menghentikan ini, dan dunia harus bertindak," kata Javid.

Kremlin pada Selasa menyebut tudingan Barat bahwa pasukan Rusia melakukan kejahatan perang dengan mengeksekusi warga sipil di Kota Bucha, Ukraina, adalah "kebohongan yang mengerikan" yang bertujuan memfitnah militer Rusia.

Pembunuhan warga sipil di Kota Bucha, Ukraina, adalah bagian dari tindakan curang Barat untuk mendiskreditkan Rusia.

(BACA JUGA: Jokowi Wanti-wanti Soal Mudik Lebaran 2022: Ini Semuanya Mau Mudik, Jadi Persiapannya Harus Ekstra)

Hal tersebut disampaikan Ketua Duma, Majelis Rendah Parlemen Rusia, yang disampaikan Selasa, 5 April, 2022. 

"Situasi di Bucha adalah provokasi untuk mendiskreditkan Rusia," kata Vyacheslav Volodin.

Admin
Penulis
-->