Internasional

Putin Ogah Setop Perang di Ukraina, Bicara Lewat Telepon dengan Perdana Menteri Italia

fin.co.id - 2022-03-31 20:42:44 WIB

Presiden Rusia Vladimir Putin

JAKARTA, FIN.CO.ID - Aksi Rusia menginvasi Ukraina masih terus berlangsung hingga saat ini. 

Bahkan, Presiden Rusia Vladimir belum saatnya dilakukan gencatan senjata. 

(BACA JUGA: Vladimir Putin Didukung Datang ke G20 Indonesia, Mayoritas Masyarakat Disebut Mendukung Kehadirannya)

Gencatan senjata belum saatnya dilakukan di Ukraina, kata Presiden Rusia Vladimir Putin seperti dikutip Perdana Menteri Italia Mario Draghi, Kamis, 31, Maret 2022.

Kepada pers, Draghi mengatakan pernyataan soal gencatan senjata itu muncul ketika ia dan Putin melakukan pembicaraan melalui telepon pada Rabu (30/3).

Draghi juga menyebutkan Putin mengatakan kepada dirinya bahwa kontrak gas masih berlaku.

Selain itu, presiden Rusia tersebut mengatakan perusahaan-perusahaan Eropa akan lanjut melakukan pembayaran dalam euro dan dolar, bukan rouble.

(BACA JUGA: Zelenskyy: Apakah Barat Takut Rusia? Kesal Minta Bantuan Tank dan Pesawat, Bukan Senjata Ringan)

"Menurut pengertian saya, mungkin saya salah, konversi pembayaran ... merupakan masalah internal Federasi Rusia," kata Draghi.

Ketika ditanya soal peningkatan penggunaan anggaran bagi pertahanan setelah Rusia menyerbu Ukraina, Draghi mengatakan Italia akan mencapai pengeluaran dua persen dari produk domestik bruto (PDB) untuk pertahanan pada 2028.

Persentase itu merupakan sasaran yang ditetapkan NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara).

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut tidak mungkin dapat berunding dengan Rusia atau Vladimir Putin untuk menghentikan perang.

(BACA JUGA: Rusia Tak Berminat Rundingkan Gencatan Senjata, Kepung Pantai Sampai Perbatasan dengan Moldova)

Dan tidak mungkin juga ada penghentian perang jika tidak ada perundingan dengan Vladimir Putin.

"Saya percaya bahwa sebelum kami mengadakan pertemuan dengan presiden Federasi Rusia ... kita tidak dapat benar-benar memahami kesiapan mereka untuk menghentikan perang dan yang mereka siap lakukan jika kami tidak siap untuk kompromi ini atau itu," katanya dikutip oleh Interfax Ukraina, Selasa, 22 Maret 2022.

Admin
Penulis