Internasional

Vladimir Putin Niat Datang ke Indonesia Hadiri Presidensi G20, Bakal Ditentukan Beberapa Hal, Salah Satunya...

fin.co.id - 2022-03-23 15:59:49 WIB

Beda sikap Vladimir Putin dengan Volodymyr Zelensky soal keterlibatan warga sipil dalam perang

JAKARTA, FIN.CO.ID - Presiden Rusia Vladimir Putin berniat untuk datang ke konferensi tingkat tinggi (KTT) Group of 20 (G20), yang presidensinya dipegang Indonesia untuk periode  2022.

Hal tersebut dikatakan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva.

Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Rabu, Vorobieva mengatakan  kehadiran Putin mungkin akan ditentukan oleh berbagai hal.

(BACA JUGA: JPU Tolak Pembelaan Munarman Berjudul 'Perkara Topi Abu Nawas')

Namun, hingga saat ini, Putin berniat untuk menghadiri KTT G20.

“(Kehadiran Putin) Akan ditentukan oleh banyak hal, termasuk situasi COVID yang saat ini kian membaik. Namun, ya, hingga saat ini (Putin) ingin hadir,” ujarnya dikutip dari Antara, Rabu, 23 Maret 2022.

Pernyataan tersebut dilontarkan saat sejumlah negara anggota G20, termasuk Amerika Serikat dan negara-negara Barat sekutunya menyerukan agar Rusia tak lagi diikutkan dalam keanggotaan G20 terkait operasi militer yang dilakukan di Ukraina.

(BACA JUGA: Wapres Ma'ruf Amin Bicara Soal Wacana Tunda Pemilu, Begini Katanya...)

Menurut Dubes Rusia itu,  langkah tersebut akan menjadi kemunduran  bagi G20, yang dibentuk untuk merespons situasi dan tantangan ekonomi dunia.

“Tentunya jika Rusia dikeluarkan dari forum semacam ini, langkah  itu tak akan memperbaiki, tak membantu perbaikan situasi ekonomi, bahkan sebaliknya tanpa Rusia ini akan sulit,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa sejauh ini Rusia telah mengikuti berbagai pertemuan dalam rangkaian G20, baik yang diselenggarakan secara daring maupun luring.

“Kami mendukung presidensi Indonesia di G20, beserta prioritas dan slogan Recover Together, Recover Stronger. Kami sangat berharap agar Indonesia tidak menyerah terhadap tekanan yang diberikan, tak hanya terhadap Indonesia namun juga berbagai negara di dunia oleh Barat,” kata Vorobieva.

 

Admin
Penulis