(BACA JUGA: Koplak! Detik-detik Begal di Palembang Rampas Motor Korban, Tapi Motornya Sendiri Ditinggalkan di TKP)
Ada juga netizen yang menyesalkan Papua memiliki Gubernur seperti Lukas Enembe. "Malang sekali saudara2 di Papua dipimpin oleh beliau. Saya tdk yakin beliau ini bekerja untuk rakyat Papua," tulis @Nezuko1984.
Sakitnya Lukas Enembe ini juga membuat kondisi politik di Papua menghangat.
Sejumlah tokoh masyarakat mendesaknya mundur. Sebab, selain menimbulkan kegaduhan politik, pelayanan publik juga terganggu.
(BACA JUGA: Batuk Anda Tak Kunjung Sembuh? Ini Cara Mengatasi Batuk, dari yang Basah hingga Kering)
Menanggapi desakan itum Juru Bicara Gubernur Papua Muhammad Rifai Darus menyatakan Gubernur Lukas Enembe meminta sejumlah tokoh yang mendesaknya mundur ataupun digantikan oleh pejabat yang ditunjuk Pemerintah Pusat, agar lebih dulu memperkaya informasi yang sahih. Terutama terkait kondisi fisik gubernur dari otoritas resmi ataupun yang berwenang.
"Gubernur telah menempuh prosedur yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada. Termasuk mendapat izin dari Mendagri untuk melakukan medical check-up bertepatan pada masa libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022," kata Rifai.
(BACA JUGA: Pinjol Ilegal Marak Rugikan Masyarakat, Mahfud MD Bilang Pemerintah Tak Bakal Toleransi)
Saking bahagia dan makmurnya, Lukas Enembe untuk berobat saja harus ke Ukraina. Mungkin Jakarta, Singapura atau PNG sudah tidak menarik lagi dan mudah sekali terlacak. Hipokrit!! @kemendagri @Puspen_TNI @KomnasHAM #PapuaIndonesia#Papua#WestPapua https://t.co/h9qXW3cpMC https://t.co/xtD0HtRDbW pic.twitter.com/yqHQOd7BLo
— Danski (@neodanyza) February 10, 2022