Nasional

Tangan Adik Putus Ditebas Parang Kakak Iparnya, Penyebabnya...

fin.co.id - 12/01/2022, 17:02 WIB

Eko Aprianto (kiri) menebas tangan adik iparnya hingga putus karena membela sang istri.

Eko Aprianto (kiri) menebas tangan adik iparnya hingga putus karena membela sang istri. -dok-belitongekspres.co.id

GANTUNG, FIN.CO.ID – Pergelangan tangan Isniardi putus setelah ditebas parang kakak iparnya. Penyebabnya, istri kakak ipar dimarahi dan akan dipukul.

Eko Aprianto menebas tangan adik iparnya karena berusaha melindungi sang istri yang tak lain kakak kandung Isniardi.

Pria 59 tahun, warga Desa Batu Penyu, menebas pergelangan tangan kiri adik iparnya hingga putus.

(BACA JUGA: Ada Bisikan Misterius, Kompol Fahrizal Tembak Adik Iparnya)

Kapolsek Gantung, AKP Jean Alvin Sinulingga mengatakan peristiwa terjadi pada Selasa, 11 Januari 2022 pukul 22.30 WIB. Pmbancokan yang menyebabkan tangan korban putus itu terjadi di rumah Eko di Dusun Sumping RT 07 Desa Batu Penyu, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung.

"Kejadian dipicu teguran istri pelaku kepada korban," katanya dikutip belitongekspres.co.id, Rabu, 12 Januari 2022.

Dijelaskannya pada Selasa, 11 Januari 2022 sekitar pukul 22.30 WIB, Eko tengah berada di rumahnya bersama sang istri. Namun, tiba-tiba Isniardi datang dan memanggil istri Eko selanjutnya cekcok. Tak sampai di situ, Isniardi juga akan memukul istri pelaku.

(BACA JUGA: Tidur Tanpa Pakaian, Nyaris Diperkosa Adik Ipar)

Terancam, istri pelaku berlari ke dalam rumah dan dikejar Isniardi. Korban yang masih emosi melihat Eko dan ingin memukulnya pula.

“Kemudian pelaku lari ke dapur untuk mengambil parang. Melihat pelaku membawa parang, korban menjauh. Pelaku menyerang korban,” jelasnya.

Saat Eko mengayunkan parang, Isniardi mencoba menangkis dengan tangannya. Ketika parang mengenai, seketika pergelangan tangannya putus.Sehingga mengakibatkan pergelangan tangan kiri korban putus.

Istri Isniardi yang mengetahui itu minta bantuan tetangga dan membawa suaminya ke Puskesmas Gantung.

Pelaku Kemudian diamankan di rumah kediamannya sekaligus Tempat Kejadian Perkara dan dibawa ke Polsek Gantung bersama dengan saksi- saksi lainnya.

“Barang bukti yang diamankan berupa satu buah parang dengan panjang 80 cm. Pelaku diduga melakukan penganiayaan dengan pemberatan (anirat) sebagaimana dimaksud pasal 351 ayat 2 KUHPidana,” katanya. 

Admin
Penulis
-->