News . 04/01/2022, 14:48 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher khawatir bahwa peleburan Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bisa mengganggu proses penelitian vaksin Merah Putih. "Semua pihak harus mendorong dan mengingatkan pemerintah agar peleburan ini tidak justru menghambat keberlanjutan penelitian vaksin Covid-19 Merah Putih," kata Netty kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 4 Januari 2021. Netty menilai, sangat penting bagi Indonesia memiliki vaksin sendiri. Sebab jika pandemi kembali melanda maka Indonesia sudah mempunyai senjata untuk menghadapinya. BACA JUGA: Daftar Vaksin Nusantara Lewat WhatsApp Itu Hoaks Turki Pesan 5,2 Juta Vaksin Nusantara, Pemerintah Harus GC Cina Bikin Pabrik Vaksin di Indonesia, Demokrat: Turki Mulai Lirik Vaksin Nusantara "Kemandirian vaksin dalam negeri sangat penting bagi Indonesia jika sewaktu-waktu kembali diserang oleh wabah virus," tuturnya. Netty yakin bahwa putra-putri Indonesia mampu dan memiliki kemampuan untuk menciptakan vaksin sendiri. "Sudah saatnya kita menjadi produsen vaksin dunia dan bukan hanya sekedar menjadi konsumen," kata dia. Senada, Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati menyayangkan bahwa proses peleburan LBM Eijkman ke dalam BRIN tidak dipersiapkan dengan baik. Mufida melihat saat ini Eijkman tengah melakukan kegiatan besar terkait Covid yaitu pengembangan vaksin Merah Putih dan penelusuran whole genome sequencing terkait varian Omicron. "Kita sayangkan peleburan Eijkman terjadi pada saat-saat Eijkman tengah melakukan pekerjaan besar yakni pengembangan vaksin Merah Putih yang hingga kini belum diketahui kapan target selesainya," tegasnya. BACA JUGA: Riset Vaksin Merah Putih di Ujung Tanduk, DPR: Jangan Sampai Mandek Vaksin Merah Putih dan Vaksin BUMN Siap Diproduksi 2022 Masih Datangkan Vaksin Dari Luar Negeri, Vaksin Merah Putih Perlu Dukungan Mufida juga khawatir dengan adanya peleburan ini, lembaga internasional yang selama ini bekerja sama dan banyak mendukung Eijkman akan mundur dan meninjau ulang kerjasamanya. "Isunya soal kepercayaan, apalagi sejak awal komposisi Dewan Pengarah BRIN yang terdiri dari politisi dan pebisnis bukan murni profesional di bidang riset yang menimbulkan pertanyaan dan lagi-lagi soal trust," pungkasnya. (git/fin)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id