News

Peneliti Ungkap Penyebab Gempa Magnitudo 7,4 Laut Flores, Begini Katanya

fin.co.id - 2021-12-14 14:07:46 WIB

Pesawat milik maskapai Citilink terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Ruang di Bandara Sam Ratuangi, Manado, Sulawesi Utara

JAKARTA - Penyebab gempa magnitudo 7,4 di Laut Flores pada Selasa, 14 Desember 2021 terungkap. Gempa yang terjadi pada pukul 10.20 WIB tersebut bukan akibat sesar naik Flores.Peneliti dari Pusat Riset Geoteknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Eko Yulianto mengatakan gempa magnitudo 7,4 yang terjadi di Laut Flores atau dekat Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut, disebabkan oleh sesar geser, dan bukan sesar naik Flores.Dikatakannya, dengan demikian gempa hari ini, bukan perulangan dari gempa yang terjadi di Flores pada 12 Desember 1992. Saat itu gempa Flores diikuti dengan gelombang tsunami yang menewaskan 2.100 jiwa."Dari mekanisme fokalnya gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar geser," kata Eko dilansir Antara, Selasa, 14 Desember 2021.Diturukannya, dari aktivitas gempanya, sesar geser secara umum bisa memicu tsunami tapi kecil. Kalaupun ada tsunami, kemungkinan tsunami kecil karena sesar geser."Sesar geser sebagian besar tidak memicu tsunami. Namun, dalam beberapa kasus, sesar geser bisa memicu tsunami seperti tsunami Palu pada 2018," ungkapnya.Gempa di Flores dengan tsunami mencapai 36 meter pada 1992 dipicu oleh aktivitas sesar naik Flores (back-arc thrust).Sesar naik Flores juga memicu gempa Lombok pada 2018. Sesar ini memanjang arahnya dari barat ke timur.Namun, gempa Larantuka tidak berkaitan dengan sesar naik Flores yang memicu peristiwa gempa dan tsunami pada 1992 tersebut.Gempa magnitudo 7,4 terjadi di Laut Flores dengan kedalaman 10 kilometer pada Selasa, 14 Desember 2021, pukul 10.20 WIB. Lokasi gempa adalah 112 kilometer barat laut Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.BMKG sebelumnya memperlihatkan ada tsunami dengan ketinggian 7 sentimeter berdasarkan pantauan di Marapokot, Kabupaten Nagekeo, NTT, pukul 10.36 WIB serta Reo di Kabupaten Manggarai pada pukul 10.39 WIB.BMKG juga telah mengakhiri peringatan dini tsunami akibat gempa tersebut. Dalam konferensi pers pada Selasa siang, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan peringatan dini tsunami akibat gempa magnitudo 7,4 dekat Larantuka telah berakhir, tapi masyarakat diminta berhati-hati dengan potensi gempa bumi susulan.(gw)

Admin
Penulis