News

Bantah Ada Kasus Penculikan Anak, Polisi: Yang Ada Hanya...

fin.co.id - 13/12/2021, 21:52 WIB

Pesawat milik maskapai Citilink terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Ruang di Bandara Sam Ratuangi, Manado, Sulawesi Utara

PAYAKUMBUH - Kasus penculikan anak yang dilakukan seorang wanita viral di media sosial. Diinfokan peristiwa tersebut terjadi di Nagari Taeh Baruah, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar).

Atas berita yang menghebohkan tersebut, aparat kepolisian angkat bicara. Kapolsek Payakumbuh Iptu Imam Teguh, membantah peristiwa penculikan yang beredar di media sosial yang terjadi di Nagari Taeh Baruah, Kecamatan Payakumbuh. Namun, dia membenarkan jika pihaknya mengamankan seorang wanita yang sempat bersikeras kepada salah satu anak.

"Wanita itu diamankan karena diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Tidak ada kasus penculikan anak yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini. Wanita itu diinterogasi karena sebelumnya sempat bersikeras kepada anak yang mengantarnya ke Masjid Nurul Falah pada Jumat (10/12)," katanya, Senin, 13 Desember 2021.

Informasi kasus penculikan anak pertama kali berembus di media sosial Facebook. Diinfokan pelaku merupakan seorang perempuan disertai lengkap dengan fotonya.

Tidak hanya itu, dalam foto yang beredar juga terlihat wanita yang menggunakan kaos lengan panjang tersebut tengah diinterogasi pihak kepolisian.

Imam menjelaskan dari hasil interogasi, wanita berinisial MS (35) beralamat sesuai KTP di Taruko Jorong Sutijo, Desa Koto Gadang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam.

"Kami duga ia mengalami gangguan jiwa, jadi tidak benar ada kasus penculikan anak. Semula wanita itu hendak menumpang ke Masjid Nurul Falah dari Pasar Jumat untuk mencari mantan Wali Nagari bernama Jemi, namun tidak ada nama mantan wali nagari itu dan ia ngotot diantar ke tempat lain," katanya.

Dia mengungkapkan meski sejauh ini kebenaran terkait adanya kasus penculikan anak tidak ada, pihaknya tetap mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan hati-hati terhadap orang yang tidak dikenal.

Jika nantinya ditemukan orang yang dicurigai, pihaknya meminta masyarakat untuk tidak main hakim sendiri.

"Selain itu kita jangan sampai termakan informasi bohong. Tentu kami terus mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan hati-hati terutama terhadap orang yang tidak dikenal dan mencurigakan, namun jangan sampai main hakim sendiri," katanya.(ant/gw)

 

Admin
Penulis
-->