News . 12/12/2021, 14:55 WIB

Ekonom Indef Wanti-Wanti Jokowi Soal Utang Proyek Besar yang Membahayakan Negara, Salah Satunya Kereta Cepat

Penulis : Admin
Editor : Admin

    JAKARTA - Ekonom senior Institute Development for Economic and Finance (Indef) Didik J Rachbini mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai proyek besar yang dibiayai utang dan berpotensi merugikan negara di masa mendatang. "Saya tidak melihat tanda tanda berhenti (Berhutang). Tapi kan sebagai masyarakat yang paham tentang ekonomi project infrastruktur kan melakukan kritik," kata Didik dalam acara diskusi virtual, dikutip Minggu (12/12/2021). Menurut Didik, keberlanjutan pembangunan infrastruktur di periode kedua pemerintahan Jokowi ini berpotensi membuat pembengkakan utang negara. Bahkan menurut dia, sebagian publik menilai hal itu sebagai visi yang ambisius. Di sisi lain, keuntungan dari infrastruktur itu juga belum pasti. Untuk itu, Didik mengingatkan agar Jokowi untuk berhati-hati, karena ke depan Indonesia akan menanggung beban besar akibat utang tersebut. BACA JUGA: Sektor Logistik Disebut Bakal Moncer Tahun Depan, Ini Alasannya "Utangnya banyak meskipun tidak lewat APBN tapi ini utang infrastruktur yang bengkak itu punya pengaruh terhadap ekonomi," tegasnya. Lebih lanjut kta Didik, proyek kereta cepat yang digadang-gadang pemerintah tersebut akan menambah utang negara dan baru lunas dalam kurun waktu 100 tahun. "Manfaatnya tidak seperti yang sesungguhnya. Ini dari logika tidak masuk akal. (Tapi) di Indonesia sudah biasa proyek yang tidak masuk akal ini," pungkasnya. (git/fin)

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id