-advertisement-
-advertisement-
HomeNewsSejumlah Kiai Nusantara Desak Polisi Tangkap Anwar Abbas

Sejumlah Kiai Nusantara Desak Polisi Tangkap Anwar Abbas

JAKARTA- Sekelompok orang yang menamakan diri sebagai Pergerakan Kiyai dan Mubalig Nusantara (PKMN) menyayangkan sikap Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas terkait narasinya yang menyebut negara bisa bubar jika MUI dibubarkan.

Pernyataan itu dinilai bernada provokatif yang bisa memantik tumbuhnya radikalisme dan separatisme.

“Kami sangat menyayangkan pernyataan tersebut karena cenderung provokatif. Dan bisa kadi pemantik semakin suburnya gerakan radikal maupun separatisme, yang mengarah pada perpecahan bangsa” ujar salah seorang di antara mereka, seperti terekam dalan sebuah video yang beredar di media sosial, Kamis (25/11/2021).

Pergerakan ini mendesak MUI agar melakukan evaluasi dengan memecat Anwar Abbas dari kedudukannya sebagai Waketum MUI.

“Oleh karena itu kami dari Pergerakan Kiyai dan Mubalig Nusantara menyatakan sikap sebagai berikut, pertama: meminta kepada MUI agar secepatnya melakukan pembenahan diri dengan memecat saudara H Anwar Abbas dari posisi dan kedudukannya sebagai Waketum MUI,” katanya.

Tidak hanya itu, mereka juga meminta aparat kepolisian menangkap Anwar Abbas dan memprosesnya secara hukum.

“Meminta kepada aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian untuk segera menangkap dan memproses secara hukum saudara H Anwar Abbas,” katanya.

Mereka nyatakan dukungan kepada Densus 88 yang telah menangkap tiga terduga teroris pada 16 November 2021. Langkah Densus 88 itu, kata mereka, tepat dan telah sesuai dengan standar operasional prosedur. Oleh karenanya, tak perlu dipersoalkan.

‘Kami mendukung sepenuhnya penangkapan terhadap tiga orang terduga teroris pada tanggal 16 November di Bekasi Jawa Barat. Bahwa penangkapan serta penggeledahan yang dilakukan Densus 88 terhadap terduga teroris tersebut telah sesuai SOP,” kata mereka.

“MUI sebagai mitra pemerintah dalam membina moral bangsa harus benar-benar steril dari orang per orang maupun kelompok yang berafiliasi/penyokong, pendukung serta pembela suatu gerakan yang akan merusak eksistensi NKRI sebagai suatu negara yang berdaulat,” ujarnya. (dal/fin).

https://twitter.com/TofaTofa_id/status/1463401393595715587?t=5KxFaCPgKsPTSKtPrRpU2Q&s=19

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-advertisement-
-advertisement-