News . 05/10/2021, 11:23 WIB

Tolak Intoleransi dan Radikalisme, HNW: Janganlah Phobia dengan Kaum Beragama

Penulis : Admin
Editor : Admin

  JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengatakan, upaya pengaburan sejarah harus dikoreksi dan ditolak. Agar generasi muda mempunyai kebanggaan terhadap sejarah dan keunggulan bangsanya. "Dan wajar bila hal negatif itu juga  ditolak dan dikoreksi termasuk oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT),” ujarnya dikutip Selasa (5/10). Hal ini menanggapi pernyataan Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid. Yang menyebut adanya kaum radikal dan intoleran yang kerap berusaha menghilangkan atau mengaburkan sejarah bangsa. Agar pemuda Indonesia tidak mempunyai kebanggaan terhadap bangsanya. HNW sependapat bahwa sejarah bisa menjadi salah satu rujukan dalam menghadirkan kebijakan anti radikalisme dan terorisme tersebut. “Kita harus menolak intoleransi dan radikalisme, serta mewaspadai upaya-mengaburkan sejarah. Apalagi,  belakangan ada berbagai pihak yang bermanuver untuk mengaburkan sejarah, seperti tuntutan pencabutan TAP MPRS no XXV/1966 tentang pembubaran PKI dan pernyataan PKI sebagai partai terlarang di Indonesia,” tuturnya. Selain itu, ada pula, upaya dalam “Kamus Sejarah Indonesia”  yang sempat disusun oleh Ditjen Kebudayaan Kemendikbud yang mengaburkan sejarah Pemberontakan PKI tahun 1965. Dan menghilangkan peran tokoh-tokoh Bapak Bangsa dari umat Islam. Seperti  KH.  Hasyim Asyari, KH.  Wahid Hasyim, KH. Mas Mansur, Mr. Syafrudin Prawiranegara, M. Natsir pada jilid 1 buku,  yang membahas periode pembentukan Negara Indonesia. “Ternyata  malah  menampilkan tokoh-tokoh PKI, termasuk yang akan mengubah ideologi negara Pancasila dengan komunisme dan memberontak terhadap negara RI yang sah; seperti Semaun, Alimin, Muso, hingga DN Aidit,” ujar politisi PKS tersebut. Sikap waspada terhadap radikalis dan intoleran komunis, kata HNW (sapaan akrabnya) perlu dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Karena berdasar fakta sejarah, gerakan komunisme di Indonesia telah dua kali melawan pemerintah Republik Indonesia yang sah dan akan mengubah ideologi negara; Pancasila. “Janganlah phobia dengan kaum beragama, karena mereka  sangat berjasa dalam menyelamatkan sejarah perjuangan bangsa dengan meghadirkan Pancasila. Bersama TNI, selamatkan NKRI dan Pancasila dari dua kali pemberontakan PKI," katanya. (khf/fin)

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id