“Angka ini sangat signifikan dan menunjukkan masifnya transmisi virus di masyarakat saat gelombang ke-2 pandemi, terutama di wilayah perkotaan Jawa,” kata Yusuf.
BACA JUGA: Indonesia Catat Rekor Surplus Ekspor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Ekonomi Pulih?
Lebih jauh, menurut Yusuf masifnya penyebaran virus pada gelombang ke-2 pandemi yang lalu ditunjukkan oleh temuan 91,4 persen responden yang mengaku dalam 3 bulan terakhir ada tetangga atau teman dekat mereka yang terpapar Covid-19.
Yusuf menambahkan, 73,1 persen responden mengaku dalam 3 bulan terakhir ada kerabat dekat mereka yang pernah terpapar Covid-19 dan di waktu yang sama 43,7 persen responden mengaku ada keluarga inti mereka yang pernah terpapar Covid-19.
Kerabat dekat yang dimaksud adalah bapak-ibu mertua, kakak-adik ipar, kakek-nenek, paman-bibi, dan sepupu, sedangkan yang dimaksud keluarga inti adalah anak, istri-suami, ayah-ibu, dan adik-kakak.
Dari survei tersebut terlihat pula sebanyak 35,8 persen responden mengaku mengetahui adanya kasus reinfeksi (kembali terpapar Covid-19) yang menimpa diantara mereka, keluarga, kerabat, atau tetangga /teman dekat mereka.
BACA JUGA: Update 16 September 2021: Emas Antam Melemah Rp4.000 Per Gram
Di saat yang sama, sebanyak 65,1 persen responden mengaku ada diantara mereka, keluarga, kerabat atau tetangga/teman dekat mereka, yang sudah mengikuti vaksinasi namun tetap terpapar Covid-19.
“Temuan ini cukup mengejutkan namun mengkonfirmasi fakta bahwa imunitas individu baik yang berasal dari vaksin maupun infeksi sebelumnya, tidaklah bertahan selamanya,” tegas Yusuf.
Meski vaksin sangat membantu mencegah perburukan kondisi akibat virus, namun vaksin yang kini tersedia bukanlah transmission-blocking vaccine, sehingga tidak cukup mampu mencegah orang terinfeksi dan menyebarkan virus ke orang lain.
“Secara umum, temuan survei kami menunjukkan bahwa pengalaman terinfeksi virus yang dialami masyarakat di tengah pandemi yang tidak terkendali adalah signifikan,” kata Yusuf.
Dalam pandemic insecurity experience scale yang dikembangkan IDEAS, pengalaman masyarakat terinfeksi virus di tengah pandemi yang tidak terkendali diukur dengan 6 indikator
Indikator tersebut yaitu pertama tetangga/teman dekat terpapar virus, kedua kerabat terpapar virus, ketiga anggota keluarga inti terpapar virus, keempat responden terpapar virus, kelima mengalami re-infeksi virus, dan yang keenam telah mendapat vaksinasi namun tetap terpapar virus.
“Dengan 6 indikator ini, pengalaman masyarakat terinfeksi virus Covid-19 di tengah gelombang ke-2 terkonfirmasi sangat kuat. Sebesar 95,5 persen responden mengaku pernah mengalami setidaknya salah satu dari 6 indikator diatas, dengan 6,7 persen diantaranya mengaku pernah mengalami 6 indikator di atas sekaligus,” pungkas Yusuf (git/fin).