34 Persen Masyarakat Sulit Dapat Perawatan Saat Varian Delta Mengganas

fin.co.id - 16/09/2021, 10:10 WIB

34 Persen Masyarakat Sulit Dapat Perawatan Saat Varian Delta Mengganas

JAKARTA - Direktur lembaga riset  Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) Yusuf Wibisono, mengatakan sebanyak 34,6 persen masyarakat mengaku diri mereka, anggota keluarga atau kerabatnya pernah mengalami kesulitan mendapatkan perawatan di RS untuk pengobatan Covid-19 dikarenakan RS penuh.

“Selain itu sebanyak 30,7 persen responden mengaku diri mereka, anggota keluarga atau kerabat mereka pernah mengalami kesulitan mendapatkan vitamin dan obat-obatan untuk pengobatan Covid-19,” tutur Yusuf dalam keterangan tertulisnya, dikutip Kamis (16/9/2021).

Dia menambahkan 33,4 persen responden mengaku dalam 3 bulan terakhir diri mereka, anggota keluarga atau kerabat mereka, pernah mengalami kesulitan mendapatkan vaksinasi Covid-19.

BACA JUGA: BPJS Ketenagakerjaan Bidik Kepesertaan Ojol hingga Petani

“33,7 persen responden mengaku diri mereka, anggota keluarga, atau kerabat mereka, pernah mengalami kesulitan dan bahkan gagal mendapatkan layanan ambulans, tabung oksigen, atau donor plasma konvalesen untuk pengobatan Covid-19,” ungkap Yusuf.

Terdapat juga 32,3 persen responden yang mengaku diri mereka, anggota keluarga atau kerabat mereka, pernah menginginkan perawatan Covid-19 di rumah sakit namun terpaksa akhirnya harus melakukan isolasi dan pengobatan Covid-19 secara mandiri di rumah.

Data tersebut berdasarkan survei IDEAS tentang pengalaman ketidakamanan pandemi (pandemic insecurity experience) yang digelar secara daring pada 29 Juli–30 Agustus 2021 dan berhasil mendapatkan 1.764 responden yang tersebar di 33 provinsi dan 209 kabupaten-kota.

BACA JUGA: OJK: Investasi Saham BPJS Ketenagakerjaan Negatif Rp32,8 Triliun

Meski demikian, survei tersebut didominasi kelas menengah yaitu 88,2 persen responden berpendidikan di atas SMA (diploma, S1 dan S2-S3) dan 45,2 persen responden berpenghasilan rata-rata diatas Rp 5 juta per bulan.

Serta didominasi masyarakat perkotaan Jawa dimana 87,1 persen responden bertempat tinggal di Jawa dengan 57,7 persen diantaranya berlokasi di Jabodetabek.

“Temuan survei kami menunjukkan bahwa penderitaan yang dirasakan masyarakat akibat merasa terancam keselamatan dirinya ditengah serangan virus gelombang ke-2 adalah signifikan,” ujar Yusuf.

Dalam pandemic insecurity experience scale yang dikembangkan IDEAS, merasa terancam keselamatan diri di tengah pandemi yang tidak terkendali diukur dengan 5 indikator.

Indikator yang dimaksud yaitu, pertama kesulitan mendapatkan vitamin/obat Covid-19, kedua kesulitan mendapatkan vaksinasi Covid-19, ketiga kesulitan mendapatkan layanan ambulans/tabung oksigen/donor plasma konvalesen, keempat kesulitan mendapatkan perawatan Covid-19 di RS, dan kelima terpaksa melakukan isolasi dan perawatan Covid-19 secara mandiri di rumah.

“Dengan 5 indikator ini, penderitaan masyarakat yang merasa terancam keselamatan jiwanya karena lumpuhnya sistem kesehatan di tengah gelombang ke-2 terkonfirmasi cukup kuat. Sebesar 65,6 persen responden mengaku pernah mengalami setidaknya salah satu dari 5 indikator diatas, dengan 7,7 persen diantaranya mengaku pernah mengalami 5 indikator diatas sekaligus,” papar Yusuf.

Dalam 3 bulan terakhir sebanyak 20,4 persen masyarakat mengaku pernah terpapar Covid-19 saat serangan virus varian delta merebak di Indonesia pada Juni 2021.

Admin
Admin
Penulis

Penulis FIN.CO.ID