News . 09/09/2021, 13:31 WIB
JAKARTA- Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati angkat bicara setelah dikecam publik terkait penyataannya yang mengaitkan Taliban, bahasa Arab dan dan radikalisme.
Sebelumnya, wanita yang akrab dipanggil Nuning ini mengeluarkan pernyataan itu di webinar bertema 'Taliban Bermuka Dua ke Indonesia?' yang siarkan di YouTube Medcom.id beberapa waktu lalu.
Nuning mengatakan, dia sebagai pemeluk Islam, tidak bermaksud menilai Islam sebagai cikal-bakal teroris.
"Sebagai umat Islam tentu saya tidak mungkin mengatakan Islam sebagai embrio terorisme. Saya sebagai Muslim secara sadar sangat menghormati Islam sebagai agama saya. Ajaran Islam yang saya pelajari adalah agama yang cinta sesama bahkan juga dengan umat beragama lain," kata Nuning dikutip keterangan tertulisnya, Kamis (9/9/2021).
BACA JUGA: Hidayat Nur Wahid: Perbanyak Bahasa Arab Bukan Teroris, Tapi untuk Kemanusiaan
BACA JUGA: Pengamat Ini Bilang Ciri Radikal tak Hafal Nama Partai, Imam Masjid AS: Jangan Umbar Kebodohan!
BACA JUGA: Pengamat Intelijen Kaitkan Bahasa Arab dengan Radikalisme, Ustad Hilmi Beri Balasan Menohok!
BACA JUGA: Pengamat Intelijen Ini Sebut Bahasa Arab Ciri Radikalisme, MUI: Ini Bukan Pengamat Tapi Penyesat!
Dia mengatakan, apa yang dia sampaikan merupakan berbagai hasil temuan terkait adanya radikalisme atau embrio terorisme yang tumbuh dan berkembang di dunia pendidikan.
"Hal ini yang saya utarakan pada webinar tersebut," ucapnya.
Dosen di Universitas Pertahanan (Unhan) melanjutkan, tidak semua lembaga pendidikan berbasis Muslim, bisa dikatakan sebagai embrio radikalisme, atau bahkan terafiliasi dengan Taliban. Menurutnya, masih ada yang mengikuti peraturan perundangan yang berlaku.
"Soal pendidikan itu, sudah ada banyak lembaga yang sudah meriset hal ini," ucapnya.
Nuning mengatakan bahwa dirinya sangat menjunjung tinggi adat budaya Indonesia yang adhiluhung dan rasa cinta Tanah Air Indonesia. Sehingga tentu apa yang dia sampaikan hanya ingin mengajak bangsa ini memiliki patriotisme dalam bela negara.
Terkait dengan bahasa Arab, dia mengaku, sangat respek dengan bahasa tersebut. Dia menegaskan, ada perbedaan konteks bahasa Arab sebagai alat komunikasi resmi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan penggunaannya sebagai bahasa sehari-hari dalam pergaulan suatu bangsa yang sudah memiliki bahasa nasional, seperti halnya bahasa bahasa Indonesia.
"Dalam hal ini mohon maaf bila ada yang tidak sependapat dengan saya," ujar Nuning.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id