News . 09/09/2021, 16:29 WIB
Pembangunan bendungan dikerjakan oleh kontraktor PT. Wijaya Karya – PT. Bumi Karsa, KSO (Kerjasama Operasi) dengan nilai kontrak konstruksi Rp771,6 miliar, ditambah kontrak supervisi senilai Rp37,5 miliar dengan penyedia jasa PT. Mettana, PT. Timor Konsultan, dan PT. Rayakonsult (JO).
BACA JUGA: Waskita Raih Kontrak Baru Pembangunan Bendungan Rukoh di Aceh Senilai Rp 456 Miliar
Sementara Bendung Gilireng mulai dibangun tahun 2018 untuk mengairi daerah irigasi Gilireng seluas 8.500 hektare yang terdiri dari jaringan irigasi kanan 5.700 hektare dan jaringan irigasi kiri 2.800 hektare. Suplai air irigasi ini diharapkan dapat membantu petani meningkatkan intensitas tanamnya dari 112 persen menjadi 300 persen dengan pola tanam padi - padi - palawija. Bendung yang berada di Desa Laiseng, Kecamatan Gilireng ini juga berpotensi sebagai destinasi wisata baru di Kabupaten Wajo karena memiliki lanskap yang indah dikelilingi area perkebunan dan persawahan.
Bendung Gilireng didesain dengan tipe mercu bertingkat (cascade) dengan lebar bendung 50 meter dengan debit intake sebesar 16,34 m3/detik dan berpotensi sebagai objek wisata baru di Kabupaten Wajo. Pembangunan bendung dilaksanakan oleh kontraktor PT. Adhi Karya dan PT. Adi Jaya Lima Pradana dengan anggaran APBN sebesar Rp 199,9 miliar, sehingga ditambah dengan biaya konstruksi Bendungan Paselloreng untuk mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Wajo total sekitar Rp1 triliun. (git/fin)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id