News . 08/08/2021, 09:11 WIB
JAKARTA- Cendekiawan Nahdatul Ulama (NU), Nadirsyah Husen atau Gus Nadir menjelaskan perbedaan antara orang yang pro NKRI dan pro Pemerintah.
Dia mengatakan bahwa orang yang pro NKRI akan mewujudkan amanat UU 1945 dan Pancasila. Sementara orang yang pro Pemerintah, akan selalu pasang badan meski pemerintah salah.
"Ada yang gak bisa bedakan antara: Pro-NKRI: mewujudkan amanat Pembukaan UUD 1945 dan Pancasila Pro-Pemerintah: salah-benar pokoknya jilat pemerintah dengan segala cara," tulis Gus Nadir di Twitter-nya, Ahad (8/8).
Begitu pun orang yang anti pemerintah. Dia akan selalu mencari cara untuk membuat citra buruk pemerintah.
"Anti-Pemerintah: salah-benar hina pemerintah dengan segala cara. Banyak yang merasa pro-NKRI padahal cuma pro-Pemerintah," katanya.
Gus Nadir menilai, orang yang akui pro NKRI bukan berarti membenturkan anak bangsa dan menjilat penguasa.
"Bukannya membenturkan anak bangsa yang berbeda pendapat, atau jilat dan puja-puji pemerintah."
"Siapapun yang hendak mewujudkan amanat Pembukaan UUD 1945 dalam bingkai NKRI, layak kita dukung. Yang keliru, layak kita kritisi," tuturnya sembari mengunggah butir Pancasila dalam pembukaan UUD 1945 yang berbunyi:
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id