-advertisement-
-advertisement-
HomeEkonomi25 Ribu Pengusaha Warteg Gulung Tikar, Insentif Pemerintah Tak Optimal?

25 Ribu Pengusaha Warteg Gulung Tikar, Insentif Pemerintah Tak Optimal?

 

JAKARTA – Sekitar 25 ribu pengusaha Warung Tegal (Warteg) terpaksa harus gulung tikar dan pulang kampung akibat tak mampu menanggung beban operasional di masa pandemi Covid-19, karena pembatasan kegiatan masyarakat memukul telak usaha mereka.

Ketua Umum KOWANTARA (Komunitas Warung Tegal Nusantara), Mukroni kepada Fajar Indonesia Network (FIN) menuturkan, dari total sekitar 50 ribu usaha Warteg yang buka di Jabodetabek, separuhnya saat ini sudah tidak buka lagi dan memilih pulang kampung.

Hal ini terjadi lantaran banyak perkantoran yang melaksanakan Work From Home (WFH), kegiatan masyarakat dibatasi, hingga aturan-aturan lain seputar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sontak mengurangi jumlah pelanggan Warteg secara signifikan.

“Di warteg ada lebih dari 25 ribu (yang gulung tikar). Pada umumnya pengusaha Warteg berasal dari Tegal, Brebes dan sekitarnya,” ungkap Mukroni.

Sebelum pandemi, kata dia, rumah-rumah para pelaku usaha Warteg di kampung halaman mereka tinggalkan untuk mencari nafkah di Jakarta dan sekitarnya. Rumah-rumah yang kosong itu kata Mukroni, sekarang sudah kembali terisi karena para pengusaha Warteg yang bangkrut memilih untuk pulang ke kampung halamannya.

“Nah sekarang ini dalam kondisi pandemi ini penuh, hampir separuhnya lebih mereka rumah-rumah (terisi). Artinya kan kita menghitung, wah berarti yang pulang kampung itu sekitar 50an (persen),” tuturnya.

Mukroni menuturkan, kegelisahan mereka, tak hanya pelaku usaha Warteg, melainkan juga pelaku UMKM lainnya telah disampaikan kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melalui surat terbuka. Namun demikian, hingga kini ia masih menanti adanya solusi dari pemerintah agar usaha-usaha kecil ini bisa kembali eksis.

“Mendesak Presiden RI Melindungi Keselamatan Jiwa Rakyat, Memenuhi Kebutuhan Pokok Rakyat, Melindungi Serta Memberikan Stimulus dan Insentif Ekonomi Usaha Rakyat Kecil UMKM-Informal, serta Mengambil Tongkat Komando dan Merombak Totalitas Tim Penanganan Pandemi Covid-19,” demikian kutipan surat terbuka kepada Presiden Jokowi yang disampaikan beberapa waktu lalu. (git/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-advertisement-
-advertisement-