17, September, 2021

Peluang Besar Fintech Bantu UMKM

JAKARTA – Pertumbuhan pinjaman baru dari industri fintech lending tumbuh secara tahun ke tahun. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hingga Desember 2020 jumlah pencarian pinjaman online (pinjol) tumbuh 26,47 persen. Jumlah pinjaman yang terus meningkat setiap tahunnya menjadi peluang bagi fintech untuk membantu modal terutama bagi pelaku UMKM.

Pasalnya, mayoritas penduduk Indonesia yang memiliki UMKM saat ini sangat membutuhkan bantuan modal selama pandemi Covid-19. Oleh karena itu, momentun tersebut harus dimanfaatkan fintech agar ikut serta memberi kontribusi bagi ekonomi Indonesia.

BACA JUGA: Kubu Moeldoko Diam-diam Daftarkan Hasil KLB Demokrat ke Kemenkumham

“Industri fintech lending masih memiliki banyak potensi yang bisa dioptimalkan sehingga dapat memberikan kontribusi lebih bagi ekonomi bangsa,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank OJK, Riswinandi dalam diskusi daring, kemarin (9/3).

Data OJK, pinjaman pinjol masih didominasi oleh pinjaman konsumtif. Misalnya, pada Desember 2020, jumlah pencairan baru sebesar kredit produktif sebesar Rp28,24 triliun atau hanya 37,96 persen saja total pinjaman baru yang disalurkan melalui fintech lending Rp74,41 triliun.

“Namun, kami sangat menghargai upaya yang telah dilakukan oleh industri untuk meningkatkan penyaluran kredit produktif, terutama mengingat statistik tahun lalu dari penyaluran kredit produktif cukup signifikan perbaikan dari tahun sebelumnya,” jelasnya.

BACA JUGA: Alih Status Jadi ASN, KPK Gelar Assesmen Wawasan Kebangsaan bagi Seluruh Pegawai

Pada tahun sebelumnya yaitu 2019, OJK mencatat bahwa jumlah pencairan baru sebesar kredit produktif sebesar Rp18,36 triliun atau 31,21 persen dari total pinjaman baru yang disalurkan sebesar Rp58,83 triliun.

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki menegaskan, bahwa fintech memudahkan UMKM untuk mengoptimalkan efektivitas dan efisiensi operasional usaha, serta memudahkan UMKM yang tidak memiliki persyaratan cukup untuk mengakses pembiayaan perbankan, dalam mengakses pembiayaan modal kerja.

BACA JUGA: Kerja Sama Kementerian ATR/BPN bersama POLRI dan Kejaksaan Agung demi Perkuat Kepastian Hukum Pertanahan

“Teman-teman fintech barangkali bisa menjalin kerja sama, misalnya dengan kelompok yang ada di masyarakat. Saya kira ini dari segi kita kan cukup besar ya ada 63 juta usaha mikro yang mungkin separuhnya unbankable,” jelas Teten.

Menurut Teten, peningkatan semua unsur dalam fintech menunjukkan peningkatan literasi keuangan masyarakat, khususnya UMKM dalam mengakses pembiayaan serta transaksi keuangan. (din/fin)

Rekomendasi Berita Terbaru

Populer