Wapres AS Terbang ke Swiss untuk Negosiasi Damai dengan Iran

fin.co.id - 21/06/2026, 08:55 WIB

Wapres AS Terbang ke Swiss untuk Negosiasi Damai dengan Iran

Wakil Preside AS, JD Vance.

fin.co.id - Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance dilaporkan telah bertolak menuju Swiss untuk menghadiri rangkaian pembicaraan dengan Iran. Informasi tersebut disampaikan oleh Sekretaris Persnya, Luke Schroeder.

“Wakil Presiden JD Vance telah lepas landas dari Washington, D.C., menuju Swiss,” tulis Schroeder di platform X, Minggu 21 Juni 2026

Sebelumnya, Vance sempat menyampaikan kepada Fox News bahwa dirinya kemungkinan akan bergabung dengan tim negosiator AS dalam perundingan dengan Iran yang digelar di Swiss dalam beberapa hari ke depan.

Dalam unggahan yang sama, Schroeder juga menyertakan video yang memperlihatkan Vance saat menaiki pesawat.

Di sisi lain, perjalanan Vance ke Swiss sebelumnya sempat dibatalkan. Swiss menjadi lokasi pertemuan awal antara delegasi Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi oleh Shehbaz Sharif serta Qatar, dan dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni.

Namun pada Kamis 18 Juni 2026, Vance kembali menegaskan bahwa keputusannya berangkat akan bergantung pada waktu kedatangan delegasi Iran di Swiss. 

Lalu pada Sabtu 20 Juni, Kementerian Luar Negeri Swiss mengonfirmasi bahwa delegasi Iran telah tiba di negara tersebut.

Sementara itu, Kantor Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan bahwa Sharif bersama delegasi tingkat tinggi telah berangkat dari Islamabad untuk menghadiri pembicaraan AS–Iran yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu di Swiss.

Di lapangan, delegasi Iran telah tiba di Swiss untuk membahas upaya perdamaian dengan Amerika Serikat pada Minggu 21 Juni. Kementerian Luar Negeri Swiss menyebutkan bahwa delegasi Iran sudah tiba sejak Sabtu 20 Juni dan langsung menuju kawasan Burgenstock di Kanton Nidwalden.

AS dan Iran dijadwalkan menggelar perundingan teknis terkait implementasi memorandum yang telah disepakati sebelumnya antara Teheran dan Washington. Pembahasan teknis itu akan berlangsung di Burgenstock pada hari yang sama.

Meski kedua pihak telah menyepakati gencatan senjata sementara selama 60 hari selama proses negosiasi, Korps Garda Revolusi Islam Iran pada Sabtu (20/6) menyatakan bahwa Selat Hormuz ditutup. Namun militer Amerika Serikat menegaskan bahwa kapal-kapal komersial masih terus beroperasi di jalur tersebut.

Di sisi lain, pasukan AS disebut akan memastikan lalu lintas komersial tetap berjalan dan menjamin keamanan setiap kapal yang melintas di kawasan tersebut. *

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca