News . 14/01/2021, 03:35 WIB
CIREBON- Ada tiga kegiatan prioritas yang dilakukan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon pada hari kedua pemberlakukan PPKM, kemarin. Salah satunya adalah pembuatan dan pengoperasian posko cek poin di enam titik. Selanjutnya, ada penyekatan ruas jalan yang akan dilaksanakan di tujuh titik.
“Ada beberapa kegiatan yang kita laksanakan pada hari kedua pemberlakuan PPKM. Salah satunya adalah dengan melakukan penyekatan dan pemeriksaan di posko cek poin,” ujar Kabid Tibum Tranmas Satpol PP Kabupaten Cirebon Dadang Priyono saat dihubungi, kemarin.
Dikatakan, pos cek poin disiagakan mulai dari Depan Ramayana, Patung Kuda Dukupuntang, Pospol Losari, depan Jasa Marga Ciperna, Jl Tuparev, dan Gunung Jati.Sementara untuk penyekatan akan dilakukan di Jl Dewi Sartika Sumber, Jl Sultan Hasanudin Sumber, Jl Fatahilah arah Weru depan Pasar Sumber, Terusan Trusmi Plered, dan Pasar Minggu Palimanan arah Kramat.“Penyekatan mulai dari pukul 4 sore sampai 8 malam. Ini diberlakukan sampai PPKM selesai,” jelasnya seperti dikutip dari Radar Cirebon (Fajar Indonesia Network Grup).
Selain itu, untuk mengoptimalkan hasil selama PPKM, Dadang mengatakan pihaknya akan melakukan patroli khusus mobile yang akan bergerak ke titik-titik rawan terjadinya kerumunan orang.“Tim mobile ini akan bergerak memastikan masyarakat mematuhi dan mengikuti surat edaran dan instruksi bupati untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” imbuhnya.
Sementara itu, puluhan wisatawan atau pengunjung lokasi wisata religi Gunung Jati menjalani tes swab kemarin. Total ada 26 sampel yang diperiksa. Kadinkes Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni menyebut tes tersebut bukan swab test antigen melainkan swab test RT-PCR yang hasilnya baru bisa diketahui dalam beberapa hari ke depan.
Menurutnya, situs wisata religi Gunung Jati setiap hari dikunjungi oleh banyak orang sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19. “Ada 26 sampel yang kita periksa. Sampelnya beragam, dari mulai kuncen dan pengunjung. Target awalnya sekitar 250 sampel,” ujarnya.
Menurut Eni, untuk pengunjung yang berasal dari luar kota nantinya jika sampel yang diperiksa positif maka akan diinformasikan ke dinas kesehatan tempat pengunjung tersebut tinggal untuk dilakukan langkah-langkah pencegahan. “Kita catat identitasnya sesuai KTP, nanti hasilnya kita forward ke dinas kesehatan asalnya,” jelas Eni.
Untuk sampel, sambung Eni, pihaknya mengambil secara acak anggota rombongan yang datang. Masing-masing rombongan diambil sampel satu sampai dua orang untuk diperiksa. “Ada beberapa yang menolak, tapi kita beri pengertian. Tes ini penting sebagai upaya pencegahan sekaligus pelaksanaan pengetatan kegiatan masyarakat dalam masa PPKM,” jelasnya.
Kadinkes menyebut tidak hanya objek wisata religi di Gunung Jati yang akan dilakukan pengetatan, lokasi-lokas lainnya dan juga sektor lainnya akan diperketat selama pelaksanaan PPKM sampai dengan tanggal 25 Januari 2021. “Kami minta kerjasamanya dari masyarakat, pelaku usaha, pengelolah tempat wisata, tempat hiburan untuk bersama-sama mendukung program pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Cirebon,” pinta Eni.
Sementara itu, terkait status Kabupaten Cirebon, Eni mengatakan berdarkan hasil evaluasi Pemprov Jawa Barat, status Kabupaten Cirebon sudah keluar dari zona merah. Saat ini berada di level oranye. “Tapi walaupun sudah tidak zona merah lagi, kita tetap melaksanakan PPKM sampai dengan tanggal 25 Januari mendatang,” tandasnya. (dri)