News . 23/01/2020, 14:51 WIB
JAKARTA- Proyek revitalisasi kawasan Monumen Nasional (Monas) oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dipermasalahkan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Partai yang dipimpin Grace Natalie ini menyoroti soal keberadaan kontraktor yang mengerjakan proyek ratusan miliar rupiah itu. Kontraktor itu dianggap tidak jelas keberadaanya. PSI pun melaporkan Anies Baswedan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Problem soal alamat kantor yang kurang jelas yang kita duga ada pelanggaran peraturan apakah ini perusahaan kontraktor ini jangan-jangan, diduga perusahaan kertas atau perusahaan bendera kayak gitu, itu kan menyalahkan aturan lagi kalau memang seperti itu," ujar Tim Advokasi Hukum PSI, Patriot Muslim di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (23/1).
Patriot mengatakan, PSI ingin merangkul KPK agar menjernihkan isu-isu yang berkembang. "Kalau memang ada pelanggaran ya diusut, kalaupun memang nggak ada ya harus ada keterangan yang terang-benderang dari KPK," terangnya.
PSI pun telah menyertakan bukti-bukti terkait laporan tersebut. Diantaranya seperti dokumentasi kantor kontraktor yang dianggap bodong itu. Dan sejumlah pemberitaan di media masa.
"Ada dokumen soal LPSE Jakarta. Ada hasil penelusuran kami ke kantor itu foto, ada link media memang masih banyak yang harus didalami," ujar Patriot. (fin).
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id