Mengharukan, Ridwan Kamil Ceritakan Kebaikan Eril: Inilah Alasan Kenapa Kami Sudah Mengikhlaskan Kepergiannya

Mengharukan, Ridwan Kamil Ceritakan Kebaikan Eril: Inilah Alasan Kenapa Kami Sudah Mengikhlaskan Kepergiannya

Unggahan Ridwan Kamil di akun medsos yang menceritakan kebaikan putra sulungya [email protected]

JAKARTA, FIN.CO.ID - Kepergian Emmeril Kahn Mumtadz (Eril)  menjadi duka mendalam bagi Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Melalui akun media sosial pribadinya, Ridwan Kamil bercerita tentang kebaikan putranya Eril, yang wafat karena tenggelam di Sungai Aare, Swiss.

(BACA JUGA:Jokowi: Ketabahan dan Ketegaran Pak Ridwan Kamil dan Ibu Atalia Menjadi Teladan Kita Semua)

"Bismillah dan mohon maaf, ijinkan saya selaku ayahanda Eril, untuk memberi kesaksian atas kiprah dan semangat hidupnya selama ini," tulis Ridwan Kamil seperti dikutip FIN dari akun Instagram @ridwankamil seperti dkutip FIN pada Senin (6/6/2022).

Menurut Ridwan Kamil, seandainya putra sulungnya masih ada, Eril pasti tidak terlalu senang jika amal atau kebaikannya diceritakan.

"Namun sesuai saran ulama, ini adalah kewajiban saya selaku ayah & ini adalah hak dari Eril yang sudah berpulang yang wajib ditunaikan. Inilah berjuta alasan juga kenapa kami sudah sangat mengikhlaskan kepergiannya. Semoga berkenan & semoga bisa memetik hikmahnya," lanjut Ridwan Kamil.

Berikut cerita tentang Eril seperti disampaikan Ridwan Kamil:

(BACA JUGA:Jokowi Sampaikan Ucapan Duka Cita Meninggalnya Eril Langsung ke Ridwan Kamil )

Kapan Kita Pulang?

Kisah tentang Eril, anak lelaki kesayangan kami, hakekatnya adalah cerita tentang kita semua. Hakekat bahwa semua dari kita, pasti akan pulang. Dengan waktu, tempat dan cara yang kita tidak akan pernah selalu tahu.

Hidup di dunia ini sesungguhnya adalah tentang perjalanan bukan tujuan. Dan seperti cerita setiap perjalanan, kisah selalu dimulai dari sebuah titik awal. Dan kisah akan selesai di sebuah titik akhir. Dan untuk setiap yang datang, pasti akan ada saatnya untuk kembali pulang.

Agar perjalanan selamat, maka petunjuk jalan dan bekalnya harus kita siapkan. Petunjuk jalan adalah keimanan. Bekal perjalanan adalah anfaumum linnas, yaitu tas berisi pahala amal-amal kebaikan kita.

Itulah hakikat cerita Ananda Eril

(BACA JUGA:UAH Temui Ridwan Kamil: Sejak Usia 11 Tahun Eril Sudah Renungkan Tentang Air dan Al Quran Surah Hud Ayat 7)

Sumber: