Waspada Hepatitis Akut Misterius Serang Anak, Segera Periksa Jika Alami Gejala Ini

Waspada Hepatitis Akut Misterius Serang Anak, Segera Periksa Jika Alami Gejala Ini

Ilustrasi, Image oleh Architect and artist dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk melapor apabila mengalami gejala kasus hepatitis akut misterius yang menyerang ratusan anak di sejumlah negara.

Jika anak-anak memiliki gejala kuning, sakit perut, muntah-muntah dan diare mendadak, buang air kecil berwarna teh tua, buang air besar berwarna pucat, kejang, hingga penurunan kesadaran agar segera memeriksakan anak ke fasilitas layanan kesehatan terdekat.

"Kewaspadaan terhadap kasus demam kuning dan gejala saluran cerna lainnya, seperti mual, muntah, diare hebat, untuk segera masyarakat melaporkan," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi dalam keterangannya, Rabu, 4 Mei 2022.

(BACA JUGA:Hepatitis pada Anak Bisa Dikenali dari Warna Urine dan Poop)

Sejak informasi itu dipublikasikan sebagai KLB oleh WHO, kata dia, jumlah laporan terus bertambah, tercatat lebih dari 170 kasus dilaporkan oleh lebih dari 12 negara.

WHO kali pertama menerima laporan pada 5 April 2022 dari Inggris Raya mengenai 10 kasus Hepatitis Akut yang tidak diketahui etiologinya (Acute Hepatitis of Unknown aetiology) pada anak-anak usia 11 bulan hingga 5 tahun pada periode Januari hingga Maret 2022 di Skotlandia Tengah.

Kisaran kasus terjadi pada anak usia 1 bulan sampai 16 tahun. Tujuh belas anak di antaranya (10 persen) memerlukan transplantasi hati, dan satu kasus dilaporkan meninggal.

(BACA JUGA:Hepatitis A Memicu Peliburan Satu Sekolah di Singkawang)

Gejala klinis pada kasus yang teridentifikasi adalah hepatitis akut dengan peningkatan enzim hati, sindrom jaundice (penyakit kuning) akut, dan gejala gastrointestinal atau nyeri abdomen, diare dan muntah-muntah. Sebagian besar kasus tidak ditemukan adanya gejala demam.

Penyebab dari penyakit tersebut masih belum diketahui. Pemeriksaan laboratorium di luar negeri telah dilakukan dan virus hepatitis tipe A, B, C, D dan E tidak ditemukan sebagai penyebab dari penyakit tersebut.

Adenovirus terdeteksi pada 74 kasus di luar negeri yang setelah dilakukan tes molekuler, teridentifikasi sebagai F type 41. SARS-CoV-2 ditemukan pada 20 kasus, sedangkan 19 kasus terdeteksi adanya ko-infeksi SARS-CoV-2 dan adenovirus.

(BACA JUGA:BPOM Pantau KLB Hepatitis di Pacitan)

Nadia pun meminta agar seluruh Dinas Kesehatan di Indonesia waspada dan segera melakukan investigasi jika menemukan warga dengan gejala Hepatitis misterius.

Adapun terkait kematian tiga anak yang disebut karena menderita Hepatitis misterius, kata Nadia, masih diteliti oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Sumber: