Kisah Desa Mati di Kuningan, Begini Penuturan Warga

Kisah Desa Mati di Kuningan, Begini Penuturan Warga

Dusun Cimeong, desa mati di Kuningan, Jawa Barat. Foto: Ist/Lebakherang tv--

KUNINGAN, FIN.CO.ID --  Karena terjadi bencana beberapa tahun silam, Dusun Cimeong, Desa Cilayung, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, kini dijuluki desa mati.

Warga Dusun Cimeong terpaksa harus meninggalkan kampung halamannya karena bencana longsor yang terus mengancam.

(BACA JUGA:Pohon Keramat Dijaga Sepasang Lelembutan, Jalan Sering Terbelah Menjadi Dua)

Kisah desa mati di Kuningan tersebut beberapa waktu sempat viral di media sosial. Setelah munculnya foto-foto kampung yang ditinggalkan penduduknya.

Diketahui, bencana longsor menerjang desa ini pada tahun 2017. Tak kurang sebanyak 60 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Cimeong harus direlokasi.

Rumah-rumah mereka ditinggalkan begitu saja. Sebagian besar rusak berat, karena terus menerus diterpa pergerakan tanah.

Warga telah menempati rumah hunian baru di tempat relokasi yang berada di Dusun Mekarsari Desa Cilayung.

(BACA JUGA:Kisah Pilu Nyi Roro Kidul)

Sebagian besar masyarakat kini merasa nyaman dan tidak khawatir berada di tempat baru, sebab tak lagi dibayang-bayangi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Seperti diutarakan seorang warga yang menempati hunian baru di Dusun Mekarsari Desa Cilayung, Budin (55). Sudah sekitar empat tahun terakhir, Ia bersama keluarganya merasa nyaman dan cukup betah di tempat baru.

"Di sini sangat nyaman dibanding dengan sebelumnya. Kurang lebih empat tahun sudah berlalu, di sini kami senang bisa menghirup udara segar. Walapun sehari-hari harus bertani untuk memenuhi kebutuhan hidup," ucapnya.

Tak jauh berbeda disampaikan warga lain, Beni (66). Kini sudah tak lagi dibayangi rasa waswas ketika musim penghujan yang biasanya berpotensi terjadi bencana alam.

(BACA JUGA:Kisah Viral: Suami Istri Lolos dari Maut Tabrakan Truk di Balikpapan Karena Kekuatan Sedekah)

"Alhamdulillah, di tempat baru ini cukup nyaman dan perasaan juga tak dihantui oleh ancaman bencana," tukasnya, beberapa waktu lalu.

Sumber: radarcirebon.com