SMF Salurkan Pembiayaan 105 Homestay di 13 Desa Wisata Senilai Rp8,8 Miliar

SMF Salurkan Pembiayaan 105 Homestay di 13 Desa Wisata Senilai Rp8,8 Miliar

Ilustrasi Gedung SMF - 5 Jurus SMF tingkatkan pembiayaan perumahan tahun 2022. Dok: SMF--

JAKARTA, FIN.CO.ID - PT Sarana Multigriya Finansial/SMF (Persero) telah menyalurkan pembiayaan untuk pengembangan homestay di daerah pariwisata sebanyak 105 homestay, dengan total pembiayaan senilai Rp8,817 miliar sejak 2019-2021. 

Pembiayaan homestay itu sebagai bentuk dukungan SMF terhadap sektor pariwisata nasional. Sebagaimana diketahui, SMF merupakan Special Mission Vehicle (SMV) dari Kemenkeu untuk percepatan perkonomi nasional. 

(BACA JUGA:SMF 'Tantang' BP Tapera dan BPD Pacu Peningkatan Pembiayaan KPR di Daerah)

Direktur SMF, Trisnadi Yulrisman mengatakan, pembiayaan homestay tersebut merupakan upaya yang dilakukan SMF sebagai lembaga Secondary Mortgage, untuk memacu perekonomian desa wisata. 

Trisnadi juga mengatakan, sebanyak 105 homestay yang dibiayai SMF tersebut, tersebar di 13 daerah pariwisata di Indonesia. 

(BACA JUGA:Miyabi Sampai 'Risih' dan Takut, Vicky Prasetyo Tawarkan Biayai Kebutuhan di Bali Asalkan.....)

"Pembiayaan homestay ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di desa wisata," ujar Trisnadi kepada awak media, Rabu 20 April 2022 dalam agenda Media Gathering SMF. 

Secara rinci, Trisnadi menjelaskan bahwa anggaran Rp8,817 miliar itu terbagi dalam realisasi penyaluran pembiayaan tahun 2019 senilai Rp2,23 miliar, tahun 2020 senilai Rp1,362 miliar, tahun 2021 senilai Rp3,336 miliar dan tahun 2022 hingga 18 April mencapai Rp1,885 miliar. 

(BACA JUGA:Sering 'Paksa' Jamaah Untuk Sedekah, Ternyata Uangnya Oleh Ustaz Yusuf Mansur Digunakan Buat Ini)

"SMF dibawah pengawasan Kemenkeu, kami diberikan mandat seluas-luasnya untuk TJSL. Masing-masing SMV dibebaskan untuk mengalokasikan (Anggaran TJSL). SMF punya program strategis yang selama beberapa tahun sudah dilaksanakan, termasuk pembiayaan homestay," jelas Trisnadi menjawab pertanyaan Fin.co.id. 

Berikut rincian 13 desa wisata yang mendapatkan pembiayaan homestay dari SMF: 

1 .Desa Nglanggeran Gunung Kidul–DIY sebanyak 24 homestay senilai Rp 1,575 miliar

2. Desa Samiran Boyolali-Jateng sebanyak 19 homestay senilai Rp 570 Juta

3. Desa Kuta Lombok Tengah-NTB sebanyak 7 homestay senilai Rp 500 Juta

Sumber: