Bolehkah Suami Istri Bercumbu saat Sedang Puasa?

Bolehkah Suami Istri Bercumbu saat Sedang Puasa?

llustrasi - Ramadan Mubarak. FOTO: Thirdman - Pexels--

JAKARTA, FIN.CO.ID-- Puasa Ramadan atau puasa di bulan-bulan biasa (Puasa Sunnah), ummat Islam diwajibkan untuk menahan diri dari makan dan minum, juga menahan diri dari syahwat. 

Namun, pasangan suami Istri bisa bercumbu ketika sedang puasa, namun dengan catatan tidak sampai mengeluarkan air mani. Artiknya bisa bercumbu dengan mencium, tidak sampai pada persetubuhan. Berikut beberapa dalilnya:

Pertama, dari Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan:

كان رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يُقَبِّلُ وهُو صَائِمٌ وَيُباشِر وَهُو صَائِمٌ ولَكِنَّه كَان أَملَكَكُم لأَرَبِه

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mencium dan bercumbu dengan istrinya ketika puasa, namun beliau adalah orang yang paling kuat menahan nafsunya.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Kedua, dalam riwayat yang lain, Aisyah juga mengatakan:

كان رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يُقَبِّلُني وهُو صَائِمٌ وأنا صائمة

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menciumku ketika beliau sedang berpuasa dan aku juga berpuasa.” (Abu Daud dengan sanad sesuai syarat Bukhari).

(BACA JUGA:Alasan Mengapa Orang Sakit Kepala saat Puasa Ramadan)

(BACA JUGA:Agar Gak Gampang Lemas dan Ngantuk saat Puasa Ramadan)

(BACA JUGA:Ucap Selamat Ramadan, Puan Maharani Disentil Netizen Soal Kenaikan BBM: Kapan Nangisnya Bu, Ayo Nangis.... )

Ketiga, Dalam hadis Ummu Salamah juga menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciumnya ketika beliau sedang puasa (HR. Bukhari)

Sementara syarat tidak boleh keluar mani adalah hadis yang menyebutkan keutamaan puasa. Dalam hadis tersebut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan sifat orang yang berpuasa, dia tinggalkan makanan, minuman, dan syahwatnya, dalam hadis qudsi tersebut Allah berfirman:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ: فَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ، إِلَّا الصِّيَامَ هُوَ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، إِنَّهُ يَتْرُكُ الطَّعَامَ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِي

Sumber: