Denny Siregar: Puasa kok Minta Dihormati, Lu Kira Lu Tiang Bendera?

Denny Siregar: Puasa kok Minta Dihormati, Lu Kira Lu Tiang Bendera?

Denny Siregar Beruntung Pilih Pemimpin Anti [email protected]

JAKARTA, FIN.CO.ID- Pegiat media sosial, Denny Siregar menyentil pihak-pihak yang meminta orang yang tidak puasa di bulan Ramadan agar menghormati orang yang sedang puasa. 

"Puasa kok minta dihormati.. Lu kira lu tiang bendera," sindir Denny Siregar, di Twitter-nya, dilansir Jumat 1 April 2022.

Pendukung garis keras Presiden Jokowi ini, menilai puasa adalah urusan masing-masing. Tidak perlu ada aturan-aturan tertentu bagi mereka yang tidak puasa. 

(BACA JUGA:Ketua JoMan Heran, Denny Siregar Tidak Berempati ke Laskar FPI yang Tewas: Malah Senang dan Ngirim Bunga)

"Puasa ya puasa ajalah. Nikmati bulan Ramadhan sebagai bulan pengampunan. Itu fasilitas yang bisa dipakai kalau mau. Kalo ngga juga, ya silahkan. Jadi ga usah diatur-atur, harus gini harus gitu. Ribet amat, centong sayur.." sindirnya di cuitan lain. 

Diketahui, Para pelaku usaha warteg dan sejenisnya diminta menghormati bulan Ramadan agar umat Muslim bisa menjalani ibadah dengan khusyuk. 

(BACA JUGA:Panduan Ibadah Ramadan MUI: Tes Swab Tak Batalkan Puasa)

Sekretaris Umum MUI Kabupaten Bekasi KH Muhhidin Kamal mengatakan, pelaku usaha yang dimaksud, antara lain pemilik usaha kuliner, seperti restoran, kafe, rumah makan, warung kopi dan sejenisnya.

"Saya mengimbau kepada pemilik usaha kuliner agar menghormati bulan suci Ramadan dengan menutup tempat usaha pada siang hari selama Ramadan," kata Muhhidin. 

Kemudian bagi para pengelola dan pengusaha tempat hiburan malam, dia juga meminta agar menutup sementara aktivitas usahanya selama Ramadan 1443 Hijriah.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat, Cholil Nafis mengatakan warung yang menjual makanan tetap bisa beroperasi selama bulan Ramadhan.

(BACA JUGA:MUI Izinkan Rapatkan Saf Salat Tarawih, Tapi Harus Sesuai dengan Protokol Kesehatan)

Hanya saja warung tersebut harus dipenuhi dengan satu syarat.

Warung yang menjual makanan diharapkan tidak memamerkan hidangan makanan kepada orang yang sedang berpuasa.

Sumber: