Antisipasi Kerumunan di Bulan Puasa, Satpol PP Kota Bekasi Bakal Atur Pedagang Takjil

Antisipasi Kerumunan di Bulan Puasa, Satpol PP Kota Bekasi Bakal Atur Pedagang Takjil

Ilustrasi - puasa Ramadan-Pixabay-

BEKASI, FIN.CO.ID - Memasuki bulan puasa, jajaran Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi tengah membahas mengenai aturan pedagang takjil selama bulan suci ramadhan.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ade Rahmat selaku Kepala Bidang Ketentraman Dan Ketertiban Umum (Trantibtum) Satpol PP Kota Bekasi, saat dikonfirmasi oleh Fin.co.id Kamis 31 Maret 2022. 

(BACA JUGA:Dear Pak Jokowi, Ambon New Port Penting Lho Untuk Maluku, Jangan Sampai Batal Dibangun!)

"Kalo untuk masalah diizinkan mah ga ada (larangan), tapi tetap nanti akan kita pantau," ucap Ade Rahmat kepada Fin.co.id

Menurut Ade, jika para pedagang takjil di bulan puasa berdagang di perumahan atau komplek, pihak Satpol PP akan mengembalikan kebijakan ke pihak RT dan RW setempat.

"Misalkan nanti dagang di perumahan, ya kita serahkan ke forum RT dan RW, kalo di pandang tidak mengganggu ya dipersilakan. Namun prokes harus tetap dijaga," tegasnya.

Secara umum, Ade mengizinkan untuk para pedagang yang akan berjualan takjil selama bulan puasa, namun pihaknya tetap akan merazia pedagang yang nantinya berdagang di sepanjang jalan raya, terutama jika dianggap mengganggu arus lalu lintas.

(BACA JUGA:Parah! Banyak JPO di Kota Bekasi Rusak Parah, Pemkot Malah 'Ngeles' Jadi Tanggung Jawab Swasta)

"Nantinya tetap kalo berdagang takjil di jalan raya tetap sesuai dengan aturan yang ada, tetap akan kita tertibkan yang di jalan raya," jelasnya

Kedepan, lanjut Ade, Satpol PP Kota Bekasi akan melakukan pemetaan area yang rawan kerumunan akibat penjual takjil selama bulan puasa.

Ade mengungkapkan, pihaknya harus melihat terlebih dahulu seperti apa cara berdagangnya dan dimana saja lokasi dagangnya, terutama yang mengganggu ketertiban dan kenyamanan.

"Harus kita lihat dulu seperti apa nanti takjilnya (Cara Berdagang Pake Apa Gerobak / Meja), lokasinya dimana baru kita lakukan penindakan," pungkasnya. (Tuahta Simanjuntak)

Sumber: