Studi: Otak Mereka yang Terpapar Corona Menyusut Lebih Cepat, Ini Efeknya

Studi: Otak Mereka yang Terpapar Corona Menyusut Lebih Cepat, Ini Efeknya

Ilustrasi Otak, Image oleh Ermal Tahiri dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Tidak ada satu pun kasus kematian yang disebabkan oleh vaksin Pfizer dan Moderna, demikian seperti diklaim ahli lewat sebuah studi.

Menurut studi yang dilakukan peneliti dari AS itu, 92 persen efek samping yang disebabkan oleh Pfizer dan Moderna adalah terkesan ringan.

Menurut studi itu, via The Sun, setidaknya 4.500 orang di AS meninggal dunia usai menerima vaksin, data itu tercatat hingga Juni 2021.

(BACA JUGA:Pembuluh Darah Anda Menyempit, Ini Penjahatnya Menurut dr. Zaidul Akbar)

Dari situ diketahui tidak ada satu pun kematian, terkait dengan dua jenis vaksin di atas.

Ada pun efek samping yang digunakan kedua jenis vaksin ini, adalah seperti sakit kepala, badan lelah, demam, meriang, sama seperti yang dilaporkan orang-orang di UK.
 
Selain menunjukan efek samping ringan, mereka yang menerima vaksin Pfizer dan Moderna umumnya pulih dalam hitungan hari.

Kendati demikian, ditemukan pula 22 ribu efek samping berat. Ditandai dengan gejala seperti kesulitan bernapas atau napas yang berat.

Sementara dari 4.500 kematian di AS tadi, 80 persen di antaranya adalah mereka yang berusia 60 tahun atau lebih.

Temuan lain

Masih bicara studi yang sama, para ahli menemukan bahwa mereka yang terpapar COVID, menunjukan penyusutan ukuran pada otak mereka.

Efeknya dari penyusutan otak ini, adalah penurunan kemampuan orang untuk berpikir, akibat terganggunya fungsi kognitif pada otak.

Berdasarkan studi yang dilakukan peneliti dari University of Oxford itu, ditemukan bahwa hanya dalam empat bulan setelah terpapar, penyusutan otak terjadi, dengan durasi penyusutan yang lebih cepat dibandingkan mereka yang tidak pernah terpapar virus corona.

Efek yang sama juga ditemukan pada mereka yang terpapar COVID meski tanpa gejala, atau yang dikenal dengan sebutan asimtomatik.

Para ahli sendiri tidak begitu mengerti mengapa penyusutan otak terjadi lebih cepat, pada mereka yang terpapar corona.

Namun menurut mereka, hal ini mungkin ada hubungannya dengan gejala jangka panjang COVID, pada mereka yang terpapar.

Sumber: