Ramai-Ramai Pabrikan Otomotif Boikot Jual Kendaraan ke Rusia

Ramai-Ramai Pabrikan Otomotif Boikot Jual Kendaraan ke Rusia

Volvo menyusul produsen otomotif lainnya untuk memboikot pengiriman produk ke Rusia. Hal itu untuk menyikapi invasi Rusia ke Ukraina-Instagram @volvotrucks-

JAKARTA, FIN.CO.ID - Konflik antara Rusia dan Ukraina yang terjadi seminggu terakhir, berujung pada sanksi ekonomi yang dijatuhkan negara-negara barat dan Eropa terhadap Rusia. 

Bukan hanya transaksi perbankan saja yang dibekukan, produsen-produsen kendaraan pun ramai-ramai memboikot Rusia. 

Terbaru adalah Volvo. produsen mobil asal Swedia itu memutuskan untuk menghentikan pengiriman produknya ke Rusia. 

(BACA JUGA:Lima Model Daihatsu ini Dapat Keringanan Pajak PPnBM DTP)

Dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilaporkan Reuters, Volvo Cars mengatakan telah membuat keputusan aksi boikot (bersekongkol menolak untuk bekerja sama) karena "potensi risiko yang terkait dengan materi perdagangan dengan Rusia, termasuk sanksi yang dikenakan oleh UE dan AS."

"Volvo Cars tidak akan mengirimkan mobil apapun ke pasar Rusia sampai pemberitahuan lebih lanjut," kata perusahaan itu.

Seorang juru bicara Volvo mengatakan, produsen mobil mengekspor kendaraan ke Rusia dari pabrik di Swedia, China, dan Amerika Serikat.

(BACA JUGA:Astra International Tbk Catat Penjualan Mobil Januari Sebanyak 44.308 Unit, Tertinggi Toyota dan Lexus)

Berdasarkan data industri, Volvo menjual sekitar 9.000 mobil di Rusia pada 2021 silam.

Di tempat berbeda, pembuat truk Jerman Daimler Truck juga mengatakan akan membekukan kegiatan bisnisnya di Rusia dengan segera, termasuk kerjasama dengan pembuat truk Rusia Kamaz.

Pekan lalu beberapa perusahaan, termasuk Volkswagen dan Renault dan pembuat ban Nokian Tires menguraikan rencana untuk menutup atau mengalihkan operasi manufaktur menyusul invasi Rusia ke Ukraina.

Sumber: reuters