Gejala Umum Omicron yang Wajib Kalian Tahu, Jangan Anggap Enteng, Risikonya Bisa...

Gejala Umum Omicron yang Wajib Kalian Tahu, Jangan Anggap Enteng, Risikonya Bisa...

Vaksin Covid-19 Dosis Keempat Masih Belum Mampu Hentikan Penularan Varian Omicron-Kominfo Jatim-Kominfo Jatim

JAKARTA, FIN.CO.ID - Melonjaknya kasus COVID-19 varian Omicron di Indonesia, membuat pemerintah was-was.

Masyarakat yang bergejala diminta segera melakukan tes COVID-19. Ini untuk mencegah meluasnya Omicron.

Varian Omicron memiliki gejala ringan. Tetapi tetap berisiko berat. Bahkan dapat memicu kematian. 

(BACA JUGA:Awas! Ahli Beberkan Gejala Omicron pada Orang yang Sudah Divaksinasi, Masyarakat Diminta Waspada)

Beberapa gejala umum seseorang terpapar Omicron adalah batuk kering, nyeri tenggorokan pilek, sakit kepala dan demam.

"Meski gejala yang ditunjukkan umumnya ringan, namun perlu diketahui risikonya bisa sakit berat. Potensi kematian tetap ada. Ini yang harus diwaspada," ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmidzi di Jakarta, Minggu (30/1/2022).

Selama ini, lanjutnya, masyarakat yang bergejala enggan melakukan tes di fasilitas pelayanan kesehatan. Hal ini dipicu sikap masyarakat yang masih menganggap enteng gejala Omicron.

(BACA JUGA:Airlangga: Ketidakadilan Vaksin Jadi Penyebab Munculnya Varian Omicron)

Menurutnya, Kemenkes telah melakukan tes COVID-19 melalui metode tes antigen maupun tes cepat PCR dalam kurun sepekan terakhir kurang dari 2,54 persen per pekan. 

Padahal pada kurun Juli 2021 Indonesia mencatatkan rekor tes tertinggi di sejumlah provinsi. Yaitu rata-rata 50-90 persen.

Target tes COVID-19 per hari di level populasi di Indonesia mencapai 324 ribu orang. "Masyarakat harus mengetahui lebih potensi penularan Omicron melalui sejumlah gejala yang timbul," imbuhnya.

(BACA JUGA:Omicron Merebak, Pengamat: Tak Bisa Dihindari, Terapkan PPKM Level 4 )

Data dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) pada 17 pasien Omicron di RSUP Persahabatan Jakarta Timur, menunjukkan  pasien mengalami batuk kering sebanyak 63 persen. Kemudian, nyeri tenggorokan 54 persen. Selanjutnya pilek 27 persen, sakit kepala 36 persen dan demam 18 persen.

Nadia menambahkan gejala tersebut dapat berujung sakit berat bahkan kematian bila penanganannya terlambat. "Hingga 27 Januari 2022, sudah tiga pasien Omicron yang dinyatakan meninggal dunia," paparnya.

Sumber: