Pamit Cari Nafkah, Suami Ditemukan Tak Bernyawa di Area Bekas Galian

Pamit Cari Nafkah, Suami Ditemukan Tak Bernyawa di Area Bekas Galian

BUNGURSARI – Duka meliputi keluarga Tati (53) warga Gandok 1 Kelurahan/Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya. Bagaimana tidak, Supriatna sang suami yang pamit untuk mencari nafkah ditemukan sudah tidak bernyawa di bekas galian C pada Selasa malam (28/12/2021). Rabu sore (29/12/2021), rumah Tati banyak dikunjungi kerabat yang datang melayat. Ibu lima anak itu tetap menunjukkan sikap ramah meski tak mampu menutupi rasa sedihnya. Dari cerita Tati, Selasa pagi sekitar pukul 06.00, suaminya pamit untuk bekerja. Sudah bertahun-tahun dia jadi pengais bebatuan di Kampung Kebon Kalapa Kelurahan Cibunigeulis Kecamatan Bungursari yang kini menjadi area galian C. “Sudah bertahun-tahun suka ngumpulin batu di situ, sebelum ada pekerjaan galian,” ungkapnya. Ada hasil atau tidak, Supriatnya biasa pulang sekitar pukul 15.00. Namun sore itu Tati heran karena suaminya tidak kunjung pulang hingga kumandang Magrib. “Sejak sore perasaan sudah enggak enak,” ucapnya. Tati pun menanyakan kepada adik iparnya yang biasa ikut mengumpulkan bebatuan. Namun jawaban sang adik semakin membuat perasannya tidak tenang. “Katanya zuhur (sekitar pukul 12.00) sudah pulang,” terangnya. Pencarian pun dilakukan dengan menanyai beberapa sanak saudara yang mungkin dikunjungi. Akan tetapi hasilnya nihil dan sampai pukul 20.00 Supriatna belum juga diketahui keberadaannya. Kecurigaan mengarah ke area bekas galian di mana Supriatna biasa bersih-bersih. Tempat itu berupa kubangan berisi air bekas pekerjaan galian. Warga sudah beberapa kali mengecek ke kubangan itu namun tanpa penerangan memadai. Setelah ada yang membawa lampu yang cukup terang barulah terlihat jenazah Supriatna mengambang di tempat itu. “Sekitar jam sembilan (21.00) ketemunya,” ucapnya. Ditemukannya sang suami yang sudah tidak bernyawa membuat Tati lemas dan syok. Jenazah pun dievakuasi dan dibawa ke rumah duka. Tati tidak melihat ada kejanggalan pada jenazah suaminya. Dia pun menerima hal itu sebagai musibah kecelakaan. “Enggak usah otopsi, saya minta secepatnya dimakamkan,” terangnya. Disinggung soal penyakit yang diderita Supriatna, Tati mengaku suaminya cukup sehat. Hanya saja dia sempat mengeluh pusing dan sempat mengalami keram otot. “Tapi itu sebelumnya,” katanya. Ketua RT 02/RW 01 Kampung Kebon Kalapa, Kelurahan Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari Dewi Handayani mengakui adanya informasi warga yang ditemukan meninggal di kubangan bekas galian. Dia pun ikut berduka meski secara domisili bukan merupakan warganya. “Ya, memang tadi malam ditemukan sudah meninggal,” terangnya. Kubangan bekas galian itu sudah lama menjadi kekhawatiran warga. Terlebih terkadang ada anak yang suka main dan berenang di kubangan yang kedalamannya dinilai membahayakan. “Di pinggirnya saja lebih dari 1,5 meter, semakin tengah lebih dalam lagi,” ucapnya. Warga sekitar tidak menyoal keberadaan pekerjaan galian di kawasan itu. Namun tentunya jangan sampai mengganggu kenyamanan dan keamanan masyarakat setempat. “Ya pada dasarnya silakan saja kalau mau usaha,” katanya. Pengelola pun pernah diminta komitmennya supaya demi kenyamanan dan keamanan. Diantaranya menutup kembali lubang bekas galian dan tidak beroperasi malam hari. “Sudah lama ada kekhawatiran seperti ini, ternyata kejadian juga,” ucapnya. Terpisah, Kapolsek Indihiang Kompol Didik Rohim Hadi mengatakan pihaknya tidak menemukan ada tanda-tanda kekerasan pada jenazah Supriatna. Diduga Supriatna sakit dan terjatuh ke kubangan tersebut. “Diduga sakit, karena keterangan keluarga katanya sebelumnya mengalami pusing,” tuturnya. Menyikapi kejadian ini, Polsek Indihiang sudah memanggil pengelola galian di lokasi tersebut. Pihaknya meminta kubangan bekas galian bisa secepatnya ditutup. “Ya harus jadi prioritas penutupan bekas galian itu,” pungkasnya. (rga/radartasik.com)

Sumber: