KPU Mewaspadai Politik Uang

KPU Mewaspadai Politik Uang

SINGAPARNA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tasikmalaya melantik 105 anggota kesekretariatan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Tasikmalaya. Pelantikan dilaksanakan di Kompleks Perkantoran Setda Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (7/3). Anggota kesekretariatan PPK tersebut dipersiapkan untuk membantu KPU melaksanakan tahapan pelaksanaan Pilkada Serentak di Kabupaten Tasikmalaya. Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya Zamzam Zamaludin SP dalam mengatakan keberadaan sekretariat PPK di lingkungan KPU Kabupaten Tasikmalaya sesuai Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Di sana, terang Zamzam, disebutkan bahwa pemerintah wajib memfasilitasi penyelenggaraan pemilihan umum. "Dengan penugasan personil dari pemerintah daerah untuk diperbantukan di kesekretariatan baik di tingkat kecamatan maupun di tingkat desa,” terang Zamzam, kepada wartawan di Pendopo Baru, Setda Kabupaten Tasik, kemarin.

BACA JUGA: Fokus Corona, BPJS Kesehatan Intruksikan Faskes I

Menurut Zamzam, Kabupaten Tasikmalaya termasuk daerah yang mempunyai indikator kerawanan politik cukup tinggi, terutama dalam maraknya praktik money politics atau politik uang. “Ini tentu saja jadi tantangan kita semua, terutama tantangan bagi penyelenggara pemilu, baik itu kami di KPU Kabupaten Tasikmalaya beserta seluruh jajarannya dan rekan-rekan sekretariat PPK," tegas dia. Maka dari itu, ungkap dia, semua memiliki tanggungjawab yang sama untuk bisa menjawab tantangan tersebut dan memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait perlawanan terhadap money politics. Zamzam menambahkan bahwa indeks kerawanan politik yang lainnya adalah terkait partisipasi masyarakat, menurutnya tingkat partisipasi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya jika dilihat dari Pilkada 2015 masih rendah karena di bawah target yang ditetapkan KPU RI yaitu di angka 77,5 persen. Meskipun, menurutnya, dari tahun-ke tahun tingkat partisipasi masyarakat pada penyelenggaraan pemilihan di Kabupaten Tasikmalaya terus meningkat. Pada Pilkada tahun 2015 tingkat partisipasi masyarakatnya hanya di angka 62 persen. Pada Pemilihan Gubernur 2018 meningkat di angka 71 persen, dan terakhir pada penyelenggaraan Pileg dan Pilpres tahun 2019 di angka 77 persen.

BACA JUGA: Italia Darurat Corona, Aksi Borong Terjadi

Dia meyakini tingkat partisipasi masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya akan mencapai target bahkan melampauinya pada Pilkada Serentak 2020. “Keyakinan tersebut harus ditunjang oleh kinerja kita, maka dalam menjawab tantangan tersebut mari kita bekerja lebih profesional lagi, bekerja lebih keras lagi, berikan pendidikan demokrasi kepada masyarakat lebih masif lagi," tambah dia. Komisioner KPU Kabupaten Tasikmalaya Divisi Hukum dan Pengawasan Fahrudin SAg menambahkan para anggota sekretariat PPK yang dilantik ini akan mencatat sejarah sebagai penyelenggara, karena Pilkada Serentak 2020 ini merupakan Pilkada parsial terakhir sebelum Pemilu Serentak Nasional 2024. “PPK ini sedang mempersiapkan seorang pemimpin yang akan menabuh gong dari sebuah perjalanan keberhasilan mencetak pemimpin dalam proses Pilkada Kabupaten Tasikmalaya," kata dia. (dik)

Sumber: