ASN Pemkot Diliburkan 14 Hari

ASN Pemkot Diliburkan 14 Hari

PANGKALPINANG - Setelah merumahkan seluruh siswa PAUD/TK, SD hingga SMP selama 14 hari, Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil kembali mengeluarkan kebijakan dalam rangka mencegah dan mengantisipasi virus corona. Kali ini, orang nomor satu di Kota Pangkalpinang itu merumahkan seluruh pegawai baik ASN maupun PHL di lingkungan Pemkot Pangkalpinang. Terhitung Senin (23/3/2020) ini, seluruh pegawai juga dirumahkan selama 14 hari, kecuali bagi instansi pelayanan umum tetap bekerja seperti biasa. "Keputusan ini saya ambil sebagai bentuk kesiapsiagaan kita dalam menghadapi corona. Namun untuk pejabat eselon dua dan tiga, saya minta tetap siaga dan saya minta untuk pelayanan tetap dilayani dengan baik," ujar Maulan yang akrab disapa Molen itu usai melantik ASN Pemkot Pangkalpinang, Jumat (20/3/2020). Molen mengatakan, seluruh kepala OPD, camat, lurah dan RT/RW saat ini harus berjibaku dan bekerja keras dalam melawan virus corona. Virus ini, katanya, jangan dianggap enteng. "Karena yang kita lawan ini tidak kelihatan. Dan hari ini tercatat sudah 26 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan ada beberapa yang menjadi perhatian kita, tapi belum final, mudah-mudahan negatif. Tapi terkait virus ini, kita jangan panik, tapi ini harus jadi perhatian kita bersama," imbuhnya. Selaku wali kota, Molen berharap tentunya Pangkalpinang bebas dari corona. Sebab jika ada yang sampai positif, maka pihaknya juga akan kewalahan baik dari sisi SDM maupun sarana dan prasarana kesehatan. "Bayangkan untuk dokter paru-paru kita hanya satu, seandainya ada yang terkena lima saja, kita sudah luar biasa kelabakannya. Bahkan rumah sakit kita sekarang, ruang isolasinya cuma tiga. Maka dari itu, untuk pelayanan yang berhadapan langsung dengan masyarakat, dokter, perawat dan tenaga medis lainnya agar ditambahkan honornya. Saya minta segera tanggap ini, ambil keputusan segera, kalau mendesak gak perlu menunggu keputusan wali kota," katanya. Karena itu, Molen berharap kebijakan dirumahkan ini agar dimanfaatkan betul-betul oleh pegawai. Jangan sampai, katanya, para pegawai malah asyik liburan keluar rumah. "Karena kalau ada yang keluar selama 14 hari ini dan terjangkit, percuma kebijakan libur 14 hari ini. Tolong sampaikan ini, termasuk para siswa yang otomatis bertambah enam hari liburnya," tutur Molen. Lebih lanjut dikatakan Molen, selama 14 hari kedepan setelah MTQ resmi ditutup, untuk sementara tidak ada lagi kegiatan seremoni di Pangkalpinang. Semua masyarakat diharapkan di rumah saja, jika tak ada hal penting yang dilaksanakan di luar rumah. "Untuk taman sari, ATM atau tempat-tempat kegiatan, selama 14 hari jangan diizinkan. Kita menghindari keramaian, dengan cara seperti ini lah kita memutuskan mata rantai corona. Percayalah, karena corona ini harus kita waspadai. Semoga ujian ini cepat berlalu," tandasnya. (pas)

Sumber: