UGM Lockdown, ITB Bantu Kuota Belajar Online

UGM Lockdown, ITB Bantu Kuota Belajar Online

SLEMAN - Merebaknya pandemi virus korona membuat sejumlah kampus nasional melakukan lockdown atau pembatasan maksimal kepada civitas akademinya. Mulai hari ini (23/3) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Insititut Teknologi Bandung (ITB) mulai menerapkan aturan "lockdown" atau pembatasan maksimal terhadap kegiatan yang ada di kampus. Kebijakan ini diambil UGM setelah lima warga Jogjakarta terjangkit covid-19. Rektor UGM Panut Mulyono lewat surat edaran bernomor 1683/UN1.P/HKL/TR/2020 menjelaskan, pembatasan maksimal terhadap kegiatan di lingkungan UGM mulai diberlakukan pada hari ini. Dosen dan tenaga kependidikan sepenuhnya melakukan pekerjaan di tempat tinggalnya masing-masing. Sementara, kegiatan belajar-mengajar mahasiswa dilakukan lewat pembelajaran online. "Aktivitas non akademik ditiadakan di kampus. Sementara kami meminta mahasiswa di luar Jogjakarta tetap berada di Jogja," ujarnya, kemarin. Pintu akses UGM juga mendapat kawalan ketat dan sepenuhnya diatur oleh kewenangan sekuriti kampus. Mereka yang bisa keluar masuk harus mendapat izin dan bersifat darurat. Bukan itu saja, jaringan internet juga akan dibatasi. "Rektor memberikan izin kepada civitas UGM atau pihak-pihak tertentu yang karena sifat pekerjaanya. Mereka yang boleh masuk adalah pihak-pihak yang bekerja untuk pengendalian Covid-19," tulis surat edaran tersebut.

BACA JUGA: Thailand Lewati Indonesia, Jumlah Warga Positif Covid-19 Terus Bergerak Naik

Menurut Rektor dikeluarkannya surat edaran ini dengan mempertimbangkan beberapa hal, seperti jumlah pasien Covid-19 yang positif dan pasien dalam pengawasan meningkat signifikan baik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) maupun tingkat nasional. Selain itu, kapasitas peralatan skrining kesehatan dan perawatan di rumah sakit yang terbatas serta cukup banyaknya aktivitas nonkedaruratan yang masih dilakukan di dalam kampus. Implementasi atas keputusan ini diatur oleh Dekan dan pimpinan unit kerja masing-masing dengan mempertimbangkan kondisi kedaruratan dan standar keselamatan. Meski demikian, belum ada batas waktu kapan lockdown ini akan berakhir. "Keputusan ini akan ditinjau kembali secara periodik dengan memperhatikan situasi regional dan nasional," tulis sumber yang dirilis di laman resmi UGM. Perlu diketahui, UGM juga mendorong seluruh civitas akademika untuk melakukan skrinning mandiri mulai dari mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan. Imbauan ini dilakukan dengan meminta civitas UGM mengisi formulir skrining mandiri lewat sistem informasi terintergasi (Simaster) atau aplikasi Simaster mobile. Data yang formulir cuma digunakan Tim Satgas Covid-19 untuk kepentingan mitigasi. "Skrining dilakukan untuk melihat siapa yang berisiko atau mungkin perlu melakukan tes, sehingga bisa memfasilitasi," kata Riris Andono Ahmad dari Tim Covid-19 UGM, beberapa waktu lalu. Doni menerangkan, skrinning bertujuan untuk penilaian risiko guna pemetaan situasi dan tindak lanjut untuk perlindungan dan keselamatan. Skrinning ini dilakukan sebagai antisipasi, dan membantu kebutuhan layanan kesehatan UGM. Kebijakan yang sama juga diterapkan oleh civitas Insititut Teknologi Bandung (ITB). Kampus menekankan, langkah sosialisasi untuk mencegah penyebaran Covid-19 kepada seluruh civitas. Mereka diimbau tetap tenang dan tidak panik, meminimalkan kegiatan luar rumah, serta hindari kerumunan. "Mulai besok, Senin (hari ini), akses berkegiatan di Kampus Ganesha akan diperketat lebih lanjut. Kebijakan ini akan terus ditinjau dari waktu ke waktu," ujar Rektor ITB Reini Wirahadikusumah.

BACA JUGA: Mantan Presiden Real Madrid Meninggal Positif Corona

Dikatakannya, dalam bidang pengajaran, berbagai fasilitas pembelajaran daring (online) tengah ditingkatkan agar para mahasiswa dan dosen dapat melakukan kegiatan belajar mengajar. "Pembelajaran daring tentu saja bukan pengganti dari pembelajaran tatap-muka. Tapi situasi darurat yang kita hadapi saat ini memacu kita untuk menggali dan mengembangkan metode-metode digital tersebut," ujar Reini. Berkenaan dengan penyelenggaraan per kuliahan secara daring, ITB telah menyediakan panduan pelaksanaan pada situs Ditbangdik dan aplikasi ITB. Para pimpinan Fakultas/Sekolah telah mengambil berbagai langkah inisiatif dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan perkuliahan secara daring. "ITB telah memberikan bantuan pulsa/kuota Internet secara langsung kepada segenap mahasiswa yang kurang mampu. Selain ini, sejumlah penyedia layanan telekomunikasi juga telah berkontribusi dalam memberikan bantuan yang dibutuhkan untuk pembelajaran daring," tandasnya. (fin/tgr)

Sumber: