Polri Sisir Penimbunan APD Tenaga Medis

Polri Sisir Penimbunan APD Tenaga Medis

JAKARTA - Polri akan menyisir lokasi-lokasi yang ditengarai menjadi tempat penimbunan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis. Upaya ini dilakukan karena langkanya keberadaan APD. Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengaku telah memerintahkan seluruh jajarannya untuk menyelidiki minimnya keberadaan stok APD tenaga medis. "Seluruh jajaran reserse di wilayah sudah saya minta untuk turun dan mengecek langsung ke lapangan," katanya, Senin (23/3). Dikatakannya, tidak hanya itu anggotanya juga diminta mendatangi perusahaan yang memproduksi dan mendistribusikan APD. Polri ingin mengetahui akar masalahnya sehingga menimbulkan kelangkaan.

BACA JUGA: Begini Cara Pemulasaraan Jenazah Korban Virus Corona

"Saya minta cek ke perusahaan yang memproduksi ataupun mendistribusikan APD untuk mengetahui permasalahan yang terjadi sehingga terjadi kekurangan," kata mantan Kadiv Propam itu. Terkait langkanya APD, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni, menyerukan agar legislator di seluruh Indonesia memberi bantuan berupa pengadaan APD kepada para tenaga medis. "Kepada kolega-kolega saya para legislator dari Sabang hingga Merauke, mari kita menggugah hati kita untuk ambil bagian berkontribusi melawan COVID-19," kata anggota dari Fraksi NasDem ini. Dikatakannya, kondisi saat ini harus dijadikan momentum bagi para wakil rakyat untuk peduli menyalurkan bantuan APD yang dibutuhkan masyarakat, khususnya tenaga medis. "Sekalipun hanya satu unit APD sangat dibutuhkan dalam perang kita melawan COVID-19. Satu unit APD untuk mencegah Covid 19. Satu unit yang sangat penting bagi masyarakat yang terdampak," katanya. Dia juga meminta Polri, kejaksaan, dan Kemenkumham untuk menggelar sidak terkait ketersediaan APD.

BACA JUGA: Rusia Gunakan Ponsel Untuk Melacak Orang yang Berisiko Terkena Corona

"Saya minta Kapolri Jenderal Idham Azis segera sidak ke tempat-tempat yang menjadi garda terdepan ketersediaan APD. Pabrik-pabrik segera disidak," ujarnya. Sementara Presiden Joko Widodo mengatakan menyebut pemerintah telah mendatangkan sekitar 105 ribu APD untuk tenaga medis Indonesia. "(APD) Sudah didistribusikan ke seluruh RS di Tanah Air," kata Presiden Jokowi usai meninjau persiapan RS Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (23/3). Dirinci Jokowi, dari total 105 APD, sekitar 45 ribu unit untuk tenaga medis di Jakarta, Bogor dan Banten, Sementara itu 40 ribu unit APD lainnya didistribusikan ke Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta hingga Bali. "10 ribu untuk luar pulau Jawa, 10 ribu lainnya untuk cadangan," tegasnya. Jokowi juga berharap agar masyarakat maklumi dengan kondisi sulitnya APD hingga perangkat lain pencegahan virus corona mulai dari masker hingga hand sanitizer. Menurutnya, situasi serba kekurangan ini terjadi karena kurang lebih 180 negara berebutan untuk mendapatkan kebutuhan yang sama. "Alhamdulillah pada Sabtu kemarin pemerintah sudah terima dan disiapkan," ujar Jokowi. Sementara, Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan distribusi APD dilakukan oleh TNI. Rincian penyaluran APD tersebut adalah sebanyak 40 ribu unit APD telah disalurkan menuju Balai Kota DKI Jakarta dengan pengawalan dari Kodam Jaya, 25 ribu unit APD diterbangkan menuju Semarang, DI Yogyakarta, Surabaya dan Bali. "Kemudian ada 25 ribu unit APD didistribusikan untuk wilayah Jawa Barat, Bogor dan Banten. Sedangkan 10 ribu unit APD akan disimpan sebagai cadangan," katanya. Pihak penerima distribusi APD di tiap-tiap daerah adalah Komando Daerah Militer sebagai Gugus Tugas Daerah. Setelah diterima oleh Kodam, maka selanjutnya APD tersebut disalurkan menurut skala prioritas masing-masing.(gw/fin)

Sumber: