Stok Beras Cukup 8 Bulan

Stok Beras Cukup 8 Bulan

BANDARLAMPUNG - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Lampung angkat bicara terkait stok bahan pangan. Kepala Bulog Divre Lampung Faisal meminta warga tak perlu panik. Dijelaskannya, stok pangan seperti beras dan gula tersedia di Bulog. Faisal melanjutkan, kegiatan operasi pasar (OP) hampir tiap hari digelar Bulog. Kemarin, di Kota Bandarlampung OP digelar di pasar Wayhalim Bandarlampung. “Tapi dengan kondisi sekarang ini kita harus mengatur jadwalnya. Karena kondisi seperti ini (virus Corona) apalagi ada arahan tidak boleh mengumpulkan terlalu banyak, itu juga menjadi suatu hal,” katanya. Kasi Sekretariat Umum dan Humas Bulog Divre Lampung Rafki Ismael menambahkan Pemerintah Provinsi Lampung, Satgas Pangan Polda Lampung, Tercatat, beragam produk dijual di OP Wayhalim dengan harga lebih murah. Harga untuk gula dijual Rp12.500/kg, beras ukuran 10kg dibanderol Rp100 ribu dan ukuran 5kg dijual Rp55 ribu. Lalu, minyak goreng dihargai Rp12 ribu/liter dan tepung terigu Rp9 ribu/kg. Untuk stok beras, lanjutnya, cukup sampai dengan delapan bulan kedepan. Dan akan bertambah stok seiring dengan panen yang akan berlangsung di bulan april hingga mei 2020. "Bulog akan melakukan serapan dari petani untuk mencukupi kebutuhan dan ketahanan stok. Sehingga momen corona dan hari besar keagamaan nasional (HBKN) termasuk selama bulan suci ramadhan.Insha Allah stok beras aman,"tambahnya. Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Bandarlampung, Adiansyah berharap OP dapat membantu masyarakat. Dan warga tak perlu resah lantaran kelangkaan bahan pokok. “Operasi pasar juga sudah beberapa kali kerjasama dengan provinsi dan operasi pasar kali ini kita (pemerintah kota) yang mengadakan,” ungkapnya saat dijumpai di gelaran Operasi Pasar Murah, Senin (23/3). Diakuinya, sejumlah komoditi seperti gula, bawang putih dan bawang Bombay masih butuh pasokan. Namun, lanjutnya, pemerintah pusat telah membuka keran impor gula, bawang putih dan bawang bombay. Sehingga kelangkaan bisa teratasi. “Tapi yang lainnya cukup. Jadi kedepan tidak usah khawatir masyarakat dan jangan pula memborong-borong. Maka dibeli secukupnya saja karena memang kedepan kita stoknya cukup untuk bahan pokok,” bebernya. Adiansyah menambahkan bahwa pihaknya saat ini belum dapat memastikan untuk titik pelaksanaan operasi pasar selanjutnya. “Nunggu koordinasi dulu kedepan karena dilematis juga saat ini, sebab operasi pasar kan ngumpulin orang banyak, sementara satu sisi kan kita harus jaga jarak,” tambahnya. (gie/wdi)

Sumber: