Jakarta Kedatangan Ribuan Pengangguran Baru dari Daerah Usai Lebaran

Jakarta Kedatangan Ribuan Pengangguran Baru dari Daerah Usai Lebaran

ilustrasi pengangguran --pixabay

FIN.CO.ID – Jakarta kedatangan pengangguran baru dari daerah usai Lebaran 2024. Hal itu berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta mencatat.

Berdasarkan catatan Disdukcapil DKI Jakarta sebanyak 7.243 pendatang baru memasuki Jakarta pasca Hari Raya Lebaran 2024.

Kepala Disdukcapil DKI Jakarta Budi Awaluddin menyampaikan, ribuan pendatang itu memasuki Jakarta tepatnya terhitung mulai dari 16 April-15 Mei 2024.

"Total pendatang baru pasca-Lebaran atau mulai 16 April sampai 15 Mei 2024 (ada) 7.243 orang," ujar Budi kepada wartawan, Kamis, 16 Mei 2024.

Budi memaparkan, berdasarkan data Disdukcapil DKI, sebanyak 20,9 persen atau 1.484 orang dari 7.243 pendatang baru itu belum atau tidak bekerja. Di sisi lain, sebanyak 1.893 orang di antaranya merupakan seorang mahasiswa.

Kategori pelajar/mahasiswa menjadi pendatang terbanyak di antara kategori lain. Disusul oleh karyawan swasta sebanyak 1.500 orang, dan mengurus rumah tangga 965 orang, serta wiraswasta 761 orang.

BACA JUGA:

Lebih lanjut, Budi mengatakan, buruh harian lepas 205 orang, pegawai negeri sipil (PNS) 57 orang, guru 38 orang, TNI 35 orang, dan yang paling terkecil adalah dokter, dengan 21 orang. 

Status pendidikan para pendatang kebanyakan adalah lulusan SMA/sederajat. Lulusan sarjana atau diploma hanya 886 orang. Pendatang yang tidak atau belum sekolah justru lebih tinggi, yakni 1.127 orang.

"Asal pendatangnya itu banyak, dari berbagai kota/kabupaten. Pendatang paling banyak berasal dari Bekasi. Lalu, ada dari Bogor, Depok, Tangerang. Ada juga yang dari Brebes, Pandeglang, dan Sukabumi," tuturnya.

Alumni Universitas Gajah Mada itu mengungkapkan, jumlah pendatang baru di Jakarta usai satu bulan Lebaran 2024 tergolong menurun jika dibandingkan tahun kemarin. 

Menurut Budi, penurunan angka pendatang disebabkan telah berkembangnya wilayah penyangga Jakarta.

"Iya (jumlah pendatang menurun), tentu ini hal yang positif, selain juga sudah ada pemerataan pembangunan di kota-kota satelit Bodetabek," tukasnya.(candra pratama)

 

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


Gatot Wahyu

Tentang Penulis

Sumber: