FIN.CO.ID- Awal Ramadan kali ini diprediksi kembali berbeda antara Muhammadiyah dan Pemerintah serta Nahdatul Ulama (NU). Perbedaan ini terjadi lantaran cara atau metode pemantauan hilal yang berbeda.
Muhammadiyah dalam melihat hilal menggunakan metode Hisab Wujudul Hilal Hakiki.
Sementara Pemerintah menggunakan metode rukyah. Lalu NU akan konsisten mengikuti pemerintah dalam penetapan awal puasa Ramadan.
Metode hisab adalah metode yang dilakukan untuk menentukan awal puasa dengan menggunakan perhitungan matematis dan astronomis. Dengan metode ini, awal Ramadan sudah bisa diketahui sejak sebulan sebelumnya.
BACA JUGA:
- Catat Jadwal Puasa Ramadhan 2024: Ini Tanggal dari Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah
- Ini Awal Puasa Ramadan Muhammadiyah, NU dan Pemerintah, Simak di Sini!
Sedangkan rukyah adalah metode penetapan awal Ramadhan dan Syawal berdasarkan pengamatan bulan. Dengan metode ini, hilal akan diamati saat matahari tenggelam dengan mata telanjang atau bantuan optik seperti teleskop.
Lantas Kapan Awal Puasa Ramadan 2024 Muhammadiyah?
Muhammadiyah tetapkan 1 Ramadan 1445 Hijriah atau Ramadan 2024 pada Senin tanggal 11 Maret 2024.
Sementara hari raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1445 Hijriah jatuh pada tanggal 10 Apr 2024.
Lalu, Puasa Arafah 9 Julhijah pada tanggal 16 April 2024. Serta Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah 1445 Hijriah jatu lada tanggal 17 Juni 2024.
Muhammadiyah telah menetapkan waktu-waktu penting Umat Islam itu sejak Bulan Januari 2024 lalu melalui Konferensi Pers di Kantor PP Muhammadiyah, Jl. Cik Ditiro, No. 23, Kota Yogyakarta.
Sekretaris PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti, menjelaskan, keputusan penetapan tersebut dilakukan dengan menggunakan metode Hisab Wujudul Hilal Hakiki.
BACA JUGA:
- Kapan Puasa 2024? Ini Jadwal Ramadhan Menurut Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU
- Makna Puasa Ramadan, 3 Kewajiban Umat Islam yang Harus Kamu Tahu