Rencana Serangan Darat Israel ke Kota Rafah di Jalur Gaza Selatan

Rencana Serangan Darat Israel ke Kota Rafah di Jalur Gaza Selatan

Pasukan militer Israel di sepanjang perbatasan antara Gaza dan Israel Selatan pada Minggu, 31 Desember 2023. Israel akan terus berperang dengan Hamas di Gaza sepanjang tahun 2024. -Menahem Kahana-AFP--

fin.co.id - Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron mengaku prihatin dengan rencana serangan darat Israel ke Kota Rafah di Jalur Gaza selatan.

Israel telah menggempur Rafah selama beberapa hari sebagai persiapan serangan darat untuk menumpas kelompok perlawanan Palestina Hamas.

Rafah menjadi tempat perlindungan terakhir bagi 1 juta lebih warga Palestina yang diminta untuk pindah ke selatan selama empat bulan operasi militer Israel di wilayah kantong Palestina itu.

"Sangat prihatin dengan kemungkinan serangan militer di Rafah–lebih dari separuh penduduk Gaza berlindung di wilayah itu," kata Cameron di platform X.

BACA JUGA:Militer Israel Siapkan Operasi Tempur di Rafah

Dia menambahkan bahwa "prioritas seharusnya berupa jeda pertempuran sesegera mungkin untuk mengirimkan bantuan dan menyelamatkan sandera."

Langkah itu juga harus diikuti dengan upaya menuju gencatan senjata yang berkelanjutan dan permanen, katanya.

Amerika Serikat, Kanada, Jerman, dan sekutu Israel lainnya di Barat telah mengkritik pemerintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu karena memerintahkan serangan darat di Kota Rafah yang padat penduduk itu.

Mereka memperingatkan tentang kemungkinan terjadinya bencana kemanusiaan.

Arab Saudi Serukan Pertemuan Darurat

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyerukan pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Sabtu (10/2) ketika Israel bersiap untuk melancarkan operasi darat di Rafah, kota paling selatan di Jalur Gaza.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Jumat (9/2) memerintahkan angkatan bersenjata Israel untuk menyusun rencana untuk mengevakuasi warga sipil dari kota yang penuh sesak itu menjelang serangan yang bertujuan untuk membasmi empat batalyon Hamas yang tersisa.

BACA JUGA:Menlu Iran Hossein Amirabdollahian: Israel Akan Tenggelamkan Amerika dalam 'Rawa Peperangan'

"Kerajaan Arab Saudi memperingatkan tentang bahaya akibat serangan dan serangan terhadap Rafah di Jalur Gaza, tempat perlindungan terakhir bagi ratusan ribu warga sipil yang mengungsi akibat agresi biadab Israel," kata Kemenlu Arab Saudi seperti dilansir Kantor Berita Sputnik.

Pernyataan tersebut menekankan "perlunya DK PBB mengadakan pertemuan luar biasa untuk mencegah Israel melancarkan bencana kemanusiaan."

DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Google News


Khanif Lutfi

Tentang Penulis

Sumber: