FIN.CO.ID- Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran merespon ucapan cawapres nomor urut 3 Mahfud MD yang mengumpamakan Pilpres 2024 dengan perang Badar masa Rasulullah SAW 1400 tahun silam.
Wakil Sekretaris TKN Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, Saleh Prataonan Daulay menilai, perumpamaan itu sangat tidak elok.
"Sangat tidak elok bawa-bawa cerita perang dalam pilpres. Ini kan jelas bukan perang. Apalagi, konteksnya jauh berbeda" katanya kepada wartawan, Sabtu 6 Januari 2024.
Saleh meminta agara narasi dalam kontestasi Pilpres 2024 tidak membuat masyarakat takut dan was was.
BACA JUGA:
- Mahfud MD ke Masyarakat: Boleh Terima Uang dan Sembako, Tapi Saat Coblos Pakai Hati Nurani
- 2 Panelis Debat dari Unhan, Mahfud MD: Dari Mana Sajalah
"Jangan membuat masyarakat jadi takut dan was-was. Pesta demokrasi harus luber, jurdil, bermartabat, dan menggembirakan," ujarnya.
Saleh mengatakan, suasana Pilpres 2024 saat ini tidak bisa disamakan dengan kondisi perang. Sebab, Pilpres bukan permusuhan antara Agama.
"Pilpres kita ini adalah kontestasi untuk berbuat kebaikan. Bahasa Al-Quran-nya fastabiqul khairat. Berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan. Tidak ada peperangan. Tidak ada permusuhan," jelas Saleh.
"Kalaupun ada perlombaan, itu adalah adu gagasan dan adu visi-misi untuk merebut hati rakyat. Tidak boleh ada niat untuk memerangi kandidat lain. Itulah perbedaan utama pilpres ini dengan perang Badar," lanjutnya.
BACA JUGA:
- TKN Pastikan Prabowo Tak Gunakan Singkatan di Debat Ketiga Capres
- TPN Khawatir Bansos saat Kampanye, TKN: Lha Mensosnya kan Mbak Risma dari PDIP
Saleh mengaku tidak tahu apa motif Mahfud yang samakan Pilpres dengan Perang Badar.
"Yang tahu pasti Pak Mahfud. Silakan ditanya ke beliau. Beliau itu sangat paham soal agama, demokrasi, dan nilai-nilai kebangsaan," imbuhnya.
Sebelumnya Mahfud Md mengingatkan pendukungnya bahwa kunci kemenangan Pilpres adalah tekat yang kuat. Dia kemudian mengungkit kisa perang Badar masa Rasulullah.