Cara Mencegah Katarak sejak Dini, Rahasianya di Makanan Ini

Cara Mencegah Katarak sejak Dini, Rahasianya di Makanan Ini

Cara Mencegah Katarak sejak Dini, Image oleh oleh Paul Diaconu dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Cara mencegah katarak sejak dini adalah yang perlu Anda lakukan, jika tidak ingin mengalami katarak di kemudian hari.

Lalu bagaimana cara mencegah katarak sejak dini?

Sebelum ke situ, kita cari tau dulu apa itu katarak dan pemicunya.

BACA JUGA:Adakah Pantangan Makan Usai Operasi Katarak? Ini Kata dr. Riska

Mata adalah salah satu dari lima indera manusia yang memegang peran terpenting dalam aspek kehidupan manusia.

Namun seiring berjalannya waktu, fungsi mata akan mengalami degradasi, dan menyebabkan menurunnya kemampuan seseorang dalam melihat.

Salah satu kondisi mata yang berhubungan dengan usia seseorang adalah katarak.

Katarak adalah salah satu gangguan kesehatan, yang bertanggungjawab atas kebutaan di seluruh dunia.

BACA JUGA:Merokok Tingkatkan Risiko Orang Kena Katarak dan Glaukoma?

Menurut hasil beberapa studi observasi, via Healthline, penyebab katarak adalah salah satunya kadar antioksidan yang rendah.

Sekarang kembali ke ke topik, yakni cara mencegah katarak sejak dini.

Well, ahli berpendapat bahwa cara mencegah katarak sejak dini adalah dengan rutin mengkonsumsi vitamin C.

Ya, konsumsi vitamin C disebut dapat menurunkan risiko terjadinya katarak.

Vitamin C sendiri diklaim bermain peran penting dalam menjaga kesehatan mata.

Dan ketika bicara cara mencegah katarak sejak dini, adalah dengan rutin makan buah sitrus dan beberapa buah lainnya.

Buah sitrus ini adalah seperti jeruk, lemon, jeruk bali dan jeruk nipis.

Konsumi jambu biji juga disebut sebagai salah satu cara mencegah katarak sejak dini.

Bisa juga dengan konsumsi sayur kale, brokoli dan paprika.

Demikan info cara mencegah katarak sejak dini, semoga bermanfaat.

Apakah Bisa Kena Katarak Lagi jika Pernah Operasi?

"Tidak mungkin orang yang sudah pernah menjalani operasi katarak, akan kembali mengalami katarak di mata yang sama," kata dr. Nadia Nurotul Fuadah.

Akan tetapi lanjut dia, jika mata yang pernah dioperasi katarak itu menunjukan gejala mirip katarak, hal ini bisa disebabkan kondisi lain.

"Seringnya kondisi ini merujuk pada opasitas kapsuler posterior," ungkap dr. Nadia.

"Kondisi ini terjadi ketika kapsul pembungkus lensa mata sebelumnya (yang dibuang saat operasi katarak) mengalami kekeruhan di bagian belakangnya".

Namun lanjut dia, kondisi ini bisa ditangani dokter tanpa harus melakukan proses operasi, atau prosedur non-invasif.

Sumber: