Waspada Ketergantungan Gadget pada Anak, Ini Bahayanya

Waspada Ketergantungan Gadget pada Anak, Ini Bahayanya

Waspada Ketergantungan Gadget pada Anak oleh Oleksandr Pidvalnyi dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Jubir BSSN Ariandi Putra imbau para orang tua waspada ketergantungan gadget pada anak usia pertumbuhan.

BSSN adalah Badan Siber dan Sandi Negara, yang bertugas mengawasi keamanan siber dan sandi negara.

Menurut Ariandi ketergantungan gadget pada anak dalam dunia medis dikenal dengan nama screen dependency disorder.

BACA JUGA:Flu Tomat, Penyakit Langka yang Rentan Menyerang Anak-anak, Kenali Gejalanya

Dalam bahasa Indonesia, screen dependency disorder dapat diartikan sebagai gangguan ketergantungan terhadap layar gadget.

Ia mengungkap sebuah penelitian terbaru yang menemukan sekitar 30 persen anak di bawah usia enam bulan sudah mengalami paparan gadget secara rutin dengan rata-rata waktu 60 menit per hari.

"Pada usia dua tahun, sembilan dari sepuluh anak mendapat paparan gadget yang lebih tinggi dan berpotensi membuat mereka mengalami SDD," ungkapnya.

Bahkan, tambah Ariandi, potensi gadget merusak otak anak bisa lebih tinggi jika anak terkena paparan gadget sejak dini.

BACA JUGA:Kebijakan Pemerintah Sukses Turunkan Angka Gangguan Ginjal Akut pada Anak

ketergantungan gadget pada anak ini juga dapat menjadi potensi utama merusak otak anak, dan mengganggu proses tumbuh kembang anak.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, terdapat data yang menggambarkan besarnya dampak anak yang terlalu sering menggunakan gadget.

Selain itu, lanjut Ariandi, anak juga akan mengalami kurang tidur sehingga kemampuan untuk fokus sangat rendah.

Ketergantungan gadget pada anak pun menyebabkan anak tidur pada siang hari dan terjaga saat malam hari.

Mengapa ketergantungan gadget pada anak menyebabkan anak susah tidur dengan normal, karena setiap penggunaan gadget selama 15 menit dapat mengurangi waktu tidur anak sekitar 60 menit.

"Hal yang menyenangkan belum tentu baik untuk anak ke depannya. Selalu ingat bahaya dan betapa ruginya anak jika ketergantungan (gadget)," pesannya.

Dampak lain ketergantungan gadget pada anak yang mengkhawatirkan adalah terjadinya speech delay atau telat bicara.

Ya, ketergantungan gadget pada anak dapat menyebabkan masalah dalam tumbuh kembang fisik, seperti berat badan turun atau justru naik dengan drastis, sakit kepala, kurang gizi, dan insomnia.

Selain itu, dapat pula menimbulkan masalah penglihatan dan masalah tumbuh kembang anak, seperti kecemasan, perasaan kesepian, rasa bersalah, isolasi diri, dan perubahan mood yang drastis.

"Jangan biarkan ini terus dilanjutkan karena akan merugikan orang tua dan anak, bahkan orang-orang di sekitar. Masa depan anak menjadi bergantung pada keputusan orang tua saat ini," katanya menegaskan.

Sumber: