Khawatir Jadi Spionase, Amerika Serikat Larang Penjualan Produk Telekomunikasi China Huawei dan ZTE

Khawatir Jadi Spionase, Amerika Serikat Larang Penjualan Produk Telekomunikasi China Huawei dan ZTE

Ilustrasi CCTV.-Molicris-Pixabay

JAKARTA, FIN.CO.ID - Amerika Serikat melarang penjualan peralatan telekomunikasi yang dibuat oleh perusahaan China. 

Larangan yang dikeluarkan Pemerintah Amerika Serikat (AS) terkait penjualan peralatan tersebut diumumkan Jumat 25 November 2022 waktu setempat. 

Amerika Serikat melarang penjualan peralatan telekomunikasi baru yang dibuat oleh perusahaan China Huawei Technologies Co. dan ZTE Corp.,

BACA JUGA:Arab Saudi Banjir, Kemenlu Pastikan Tak Ada Korban dari WNI

Termasuk peralatan pengawasan video dari beberapa perusahaan lain, dengan alasan risiko keamanan nasional.

Dilansir Kyodo, Minggu 27 November 2022, langkah terbaru oleh Komisi Komunikasi Federal (FCC) mencerminkan kekhawatiran AS bahwa peralatan yang diproduksi oleh perusahaan China yang berpotensi "dapat digunakan untuk spionase dan kegiatan lainnya".

"Aturan baru telah diadopsi untuk melarang peralatan komunikasi yang dianggap menimbulkan risiko keamanan nasional yang tidak dapat diterima untuk diotorisasi untuk diimpor atau dijual di Amerika Serikat," kata FCC dalam siaran pers.

Lebih lanjut, FCC telah melarang perusahaan menggunakan subsidi pemerintah untuk membeli peralatan dari perusahaan teknologi China seperti Huawei. 

BACA JUGA:KAHMI Muda Deklarasi Erick Thohir Sebagai Cawapres 2024

Namun, produk semacam itu terus diimpor di AS dan dijual kepada pembeli yang tidak menggunakan dana federal.

Komisaris FCC Brendan Carr menyambut dalam sebuah pernyataan penutupan pengawas dari "celah Huawei", mengingat kekhawatirannya tentang aturan sebelumnya yang memungkinkan "operator menggunakan dana pribadi untuk membeli peralatan yang persis sama dan menempatkannya di titik yang sama persis di jaringan mereka".

Sementara itu, aturan baru juga akan memengaruhi perusahaan termasuk pembuat kamera keamanan Hangzhou Hikvision Digital Technology Co., Dahua Technology Co. dan produsen radio Hytera Communications Corp.

Sumber: