Raih Global Leadership Award, FPCI Apresiasi Prestasi Politik Luar Negeri Presiden Jokowi

Raih Global Leadership Award, FPCI Apresiasi Prestasi Politik Luar Negeri Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo (tengah) disaksikan Perdana Menteri India Narendra Damodardas Modi (kiri) dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni (kanan) menghadiri acara pembukaan KTT G20 Indonesia 2022 di Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11/2022). -Prasetyo Utomo-MEDIA CENTER G20 INDONESIA via Antara

JAKARTA, FIN.CO.ID- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat penghargaan atas perannya selama masa presidensi Indonesia di forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 2022 di Bali.

Penghargaan bernama Global Leadership Award itu diberikan sejumlah asosiasi hubungan internasional Indonesia, di antaranya Foreign Policy Community Indonesia (FPCI).

Pendiri dan pimpinan FPCI, Dino Patti Djalal mengatakan penghargaan tersebut akan secara resmi dianugerahkan kepada Presiden Jokowi dalam gelaran Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP) pada Sabtu 26 November 2022.

BACA JUGA: Ditelpon Jokowi, Wajah Anwar Ibrahim Langsung Senyum Semringah

“Dalam delapan tahun terakhir, ini prestasi terbaik dari politik luar negeri Presiden Jokowi. Dalam delapan tahun terakhir ini banyak kegiatan politik luar negeri yang berkaitan dengan berbagai hal tapi menurut saya ini yang paling signifikan,” kata Dino.

Menurutnya, keberhasilan presidensi Indonesia di G20, di tengah situasi dunia yang berada dalam sebuah krisis merupakan sesuatu yang patut diapresiasi karena itu bukanlah sebuah capaian kecil.

“Saya rasa sejarah Indonesia juga akan mencatat presidensi G20 ini sebagai suatu momen emas dalam politik luar negeri RI. Jadi kita ingin publik tahu bahwa ini bukan satu hal sepele tetapi benar-benar suatu hal yang patut diapresiasi dan bahkan membanggakan,” ujarnya.

BACA JUGA:Presiden Jokowi Suntik Vaksin Booster ke-2

Tak hanya soal presidensi Indonesia di G20 di tengah situasi global yang tak menentu, Dino juga menyoroti kekhawatiran yang datang dari berbagai pihak terkait G20 sendiri sebagai forum yang mewadahi 20 ekonomi terbesar dunia.

Terutama dengan adanya peperangan di Ukraina, banyak pihak memandang bahwa G20 sudah sangat terpecah belah, tambah Dino, serta terjerumus dalam suasana perseteruan yang sulit untuk dijembatani.

Bahkan, sepanjang tahun ini berbagai pertemuan G20 di tingkat menteri tidak dapat menghasilkan dokumen bersama sehingga menimbulkan spekulasi bahwa deklarasi bersama juga tidak dapat dicapai di tingkat kepala negara pada konferensi tingkat tinggi di Bali.

Sumber: