Guru SDN Kota Bekasi Lecehkan Muridnya Kabur Usai Diberhentikan Sekolah, Polisi: Harusnya Koordinasi Dulu

Guru SDN Kota Bekasi Lecehkan Muridnya Kabur Usai Diberhentikan Sekolah, Polisi: Harusnya Koordinasi Dulu

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Hengki--

BEKASI, FIN.CO.ID - Polisi terus mencari guru yang diduga melecehan muridnya, di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Bekasi.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Hengki, menyayangkan pihak sekolah yang langsung memberhentikan terduga pelaku tanpa berkoordinasi terlebih dahulu.

"Sangat disayangkan ketika terjadi (Dugaan Pelecehan) itu, yang bersangkutan dari pihak sekolah langsung memberhentikan," ungkap Kombes Pol Hengki, Kamis 17 November 2022.

Menurutnya pihak sekolah seharusnya melaporkan dugaan kasus tersebut kepada pihak kepolisian, serta menahan sementara terduga pelaku.

BACA JUGA:Guru SD Terduga Pelaku Pelecehan Siswa di Kota Bekasi Kabur, Polisi Lakukan Pengejaran

"Harusnya pihak sekolah ketika ada informasi dipanggil dan harusnya diamankan dulu, jangan dikeluarkan dari sekolah baru diinformasikan ke kita," jelasnya.

Akibat pihak sekolah langsung memberhentikan guru, pelaku yang diduga melecehkan muridnya saat ini kabur dan sedang dalam pencarian.

"Harusnya diamankan, bukan langsung dikeluarkan akhirnya sekarang yang bersangkutan (Guru diduga pelaku) hilang dan kami sedang melakukan pencarian," ucapnya.

Guna mempercepat pencarian dan penyelidikan di lapangan, Polres Metro Bekasi Kota telah memeriksa beberapa saksi dan juga korban.

BACA JUGA:KPAD Kota Bekasi Beri Pendampingan Pada Siswi SD Korban Pelecehan Gurunya

Sebelumnya Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Ivan Adhitira mengatakan, diduga pelaku sudah kabur usai beredarnya kabar di lingkungan sekolah.

"Saat diketahui melakukan pelecehan di sekolah, hari itu juga pelaku kabur dan pelaku sudah hilang dari tanggal 4 hingga saat ini," kata Kompol Ivan Adhitira.

Saat ini pihak kepolisian, sudah menerima 3 orang yang melapor diduga menjadi korban pelecehan oknum guru itu.

Kompol Ivan Adhitira menegaskan, pihak kepolisian akan terus melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sumber: