Ciri Tahi Lalat Kanker seperti Apa? Ini Kata Dokter Spesialis Kulit

Ciri Tahi Lalat Kanker seperti Apa? Ini Kata Dokter Spesialis Kulit

Ciri Tahi Lalat Kanker seperti Apa? Image oleh panajiotis dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Ciri tahi lalat kanker seperti apa? Ini yang coba dijawab dr. Danang Triwahyudi Sp.KK(K).

Menurut Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) Cabang Jakarta itu, mengenali ciri tahi lalat kanker itu penting.

Jadi ciri tahi lalat kanker seperti apa?

BACA JUGA:Apakah Normal jika Tahi Lalat Membesar dan Terasa Nyeri Berdenyut?

Dan ketika bicara cara mengenali ciri tahi lalat kanker, maka tidak kalah pentingnya untuk mengenali tahi lalat yang normal itu seperti apa.

"Jadi sebetulnya kalau tahi lalat yang normal dan sehat bentuknya itu bagus dan simetris," kata Danang dalam sebuah pernyataan.

Ciri lain dari tahi lalat yang sehat ialah warna yang timbul hanya satu warna dan tidak menimbulkan keluhan.

Jadi kata dia, kalau tahi lalat yang normal itu, hanya memiliki satu warna dan tidak disertai keluhan.

Keluhan yang dimaksud seperti rasa gatal ataupun mudah terluka.

"Biasanya tahi lalat yang sehat itu tidak akan berubah, misalnya seperti tahi lalat yang dari lahir sudah ada. Justru yang harus diperhatikan yang baru timbul di usia dewasa ketika 20-30 tahunan," kata Danang.

Kembali lagi, jadi ciri tahi lalat kanker seperti apa?

Dokter Danang mengingatkan jika ternyata tahi lalat yang dimiliki tidak memiliki ciri-ciri di atas maka pemiliknya harus mewaspadai.

Pada dasarnya tahi lalat tidak berbahaya, namun ketika ada keluhan seperti ditemukan bentuk tidak simetris, warna tahi lalat yang lebih dari dua hingga tiga warna, serta tepian tahi lalat yang tidak merata, kondisi itu dapat menjadi indikator dari kanker kulit.

Ciri tahi lalat kanker kata dokter Danang cenderung mudah terluka terutama ketika terkena paparan radiasi sinar matahari yaitu UV A dan UV B.

"Ketika ada gejala-gejala seperti gatal, mudah terluka dan berdarah terutama dipicu sinar matahari itu wajib diwaspadai," ujar Danang.

Tentunya ketika sudah menemukan indikator tersebut, masyarakat direkomendasikan untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis kulit dan kelamin.

Dengan demikian kondisi itu dapat terdeteksi secara lebih jelas apakah sebuah indikator kanker kulit atau tidak.

Berdasarkan laporan dari Globocan 2020, kanker kulit kini menempati posisi peringkat ke-25 dari kanker yang menyebabkan kematian di Indonesia.

Demikian jawaban akan ciri tahi lalat kanker seperti apa.

Bintil Mirip Tahi Lalat

Ada bintil mirip tahi lalat tumbuh di buah dada, Apakah membahayakan dan Langkah apa yang perlu diambil jika hal ini terjadi?

Jawabnya menurut dr. Talitha Najmillah Sabtiari, munculnya bintil mirip tahi lalat di payudara, dapat disebabkan oleh sumbatan kelenjar.

Ada juga hiperpigmentasi pasca inflamasi yang menurut ahli, dapat dikaitkan dengan kemunculan tahi lalat di payudara.

Selain karena iritasi kulit, munculan bintil mirip tahi lalat di masa menyusui, dapat disebabkan oleh kemunculan tahi lalat baru.

“Pada umumnya, keluhan (seperti digambarkan di atas), relatif tidak berbahaya,” kata dr. Talitha Najmillah Sabtriari seperti dikutip FIN dari Alodokter.

Akan tetapi pada kasus tertentu, kemunculan bintil atau tahi lalat di area payudara, tidak bisa dianggap remeh begitu saja.

“Adapun apabila muncul keluhan seperti tahi lalat yang semakin membesar dalam waktu yang cepat, tepi atau batasnya tidak jelas, nyeri, mengeluarkan nanah/cairan, dan lainnya, sebaiknya periksakanlah diri Anda ke dokter spesialis kulit,” kata dia.

Sumber: