Gempa Bumi Magnitudo 7,3 Guncang Tonga, Berpotensi Tsunami

Gempa Bumi Magnitudo 7,3 Guncang Tonga, Berpotensi Tsunami

Gempa, Image oleh Tumis dari Pixabay--

NUKU ĽALOFA, FIN.CO.ID- Gempa dengan kekuatan magnitudo 7,3 mengguncang Tonga Island pada Jumat 11 November 2022. 

Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa berada pada kedalaman 24,8 km (15,4 mil) yang melanda laut sekitar 207 km (128,6 mil) timur tenggara Neiafu.

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (PTWC) menyebut gelombang tsunami berbahaya dari gempa mungkin terjadi dalam jarak 300 km dari pusat gempa di sepanjang pantai Niue dan Tonga.

Layanan meteorologi Tonga memperingatkan penduduk untuk pindah ke ke daratan ke tempat yang lebih tinggi.

BACA JUGA:Gempa Bumi Terkini Guncang Maluku Utara Berkekuatan Magnitudo 5

BACA JUGA:Gempa Terkini di Sukabumi Berkekuatan Magnitudo 4,7, Warga: Cukup Kencang

"Peringatan tsunami mendesak sekarang berlaku untuk seluruh Tonga karena gempa kuat yang dirasakan di Kerajaan malam ini. Harap segera pindah ke daratan sampai disarankan lebih lanjut," katanya di halaman Facebook-nya.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia, menyampaikan gempa bumi Tonga Island tidak berpotensi tsunami di Indonesia.

"Pacific Tsunami Warning Center (PTWC) memberikan informasi bahwa tidak menimbulkan perubahan muka air laut di sekitar pusat gempa bumi," kata Plt. Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dikonfirmasi di Jakarta, Jumat 11 November 2022.

BACA JUGA:BMKG Ungkap Penyebab Gempa Dangkal M 5.1 di Nias Selatan

BACA JUGA:Gempa Bumi M 5.5 Banten Jenis Gempa Dangkal, BMKG Ungkap Penyebabnya

Ia menyampaikan gempa di Tonga Islands Region itu terjadi pukul 17:48 WIB dengan episenter 19.28 Lintang Selatan, 172,37 Bujur Barat pada kedalaman 48 km di laut.

Hingga saat ini, ia menekankan, berdasarkan hasil pemodelan tsunami dan analisis yang dilakukan oleh BMKG, gempa bumi tersebut tidak menimbulkan perubahan muka air laut dan tidak berdampak pada wilayah Indonesia.

"Oleh karena itu, dihimbau kepada masyarakat supaya tetap tenang," katanya.

Sumber: