Tidak Hadirnya Putin ke KTT G20 Sudah Diprediksi, Biar Indonesia Tidak Berantem dengan Anggota G7

Tidak Hadirnya Putin ke KTT G20 Sudah Diprediksi, Biar Indonesia Tidak Berantem dengan Anggota G7

Presiden Joko Widodo bersama Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Kamis (30/06/2022). (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev) --

JAKARTA, FIN.CO.ID - Tidak hadirnya Presiden Rusia Vladimir Putin ke KTT G20 di Bali sudah diprediksi sebelumnya. 

Hal tersebut disampaikan pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie yang menghadiri penutupan "the 19th Annual Meeting of the Valdai Discussion Club" di Moskow, Rusia pada Kamis (27/10). 

Connie mengemukakan, ketidakhadiran Presiden Rusia Vladimir Putin ke KTT G20 di Bali sudah ia prediksi sebelumnya, karena Putin tidak mau merepotkan RI sebagai tuan rumah.

BACA JUGA:Alasan Presiden Putin Tidak Hadir di KTT G20 Bali: Khawatir Dibunuh Dinas Khusus Ukraina

"Putin tidak mau Indonesia 'berantem' dengan negara lain, terutama anggota G7 (negara barat), karena kehadirannya. Putin tidak mau merepotkan Indonesia. 'Berantem' dengan satu negara saja sudah merepotkan, apa lagi dengan banyak negara," kata Connie dikutip dari Antara, Jumat 11 November 2022.

Ia menyadari bahwa semua pihak menginginkan dan berharap Putin hadir di Bali mengikuti seluruh pertemuan di KTT G20, dimana Indonesia memegang keketuaannya. 

Tapi ya itu tadi, Putin tidak mau merepotkan RI sebagai tuan rumah.

Menurut Connie, Putin menganggap RI sebagai sahabat, sehingga ia memanggil Presiden Jokowi sebagai "saudara kami". 

BACA JUGA:Presiden Rusia Vladimir Putin Kemungkinan Hadir di KTT G20 Secara Virtual, Luhut: Kita Lihat Deh

Karena itu, ia (Putin) tidak akan hadir di Bali, karena menghormati "saudaranya" dan tidak ingin merepotkan RI.

Mengenai kesertaan dirinya dan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Andi Widjajanto dalam pertemuan di Moskow, Rusia, Connie menuturkan, Putin punya klub diskusi (valday) dimana saat itu mengumpulkan 111 ilmuwan/akademisi dari 44 negara dengan latar belakang berbagai disiplin keilmuan dan membahas berbagai sudut geopolitik, keamanan energi, sumber daya alam, ekonomi, perdagangan dunia.

"Awalnya saya sempat tertanya ke Pak Andi (Gubernur Lemhannas), kok kita yang dari Indonesia nggak ditanyai, karena dari beberapa negara lain diminta bertanya. Saya merasa pertanyaan saya lain. Setelah itu baru Indonesia diberi kesempatan bertanya," ujarnya pula.

Connie menuturkan, pertanyaan yang ia sampaikan bahwa kehadiran Rusia di KTT G20 di Bali sangat penting, karena ini kehormatan Presidensi RI. 

BACA JUGA:Presiden Rusia Vladimir Putin Batal Hadiri KTT G20 di Bali, Ini Sosok Penggantinya...

Sumber: