Menkes Budi Sadikin Targetkan Penurunan TBC

Menkes Budi Sadikin Targetkan Penurunan TBC

Menkes Budi Sadikin targetkan penurunan angka TBC di Indonesia, Foto: Kemkes.go.id--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Menkes Budi Sadikin targetkan penurunan TBC di Tanah Air.

Menkes Budi mengatakan bahwa mulai Januari tahun 2023, pemeriksaan TBC harus mencapai 60 ribu kasus per bulannya.

Upaya ini dilakukan untuk mendukung eliminasi TBC tahun 2030.

BACA JUGA:Menkes Budi Sadikin Targetkan 50% Obat dan Alat Kesehatan Diproduksi di Dalam Negeri

“Saya minta mulai Januari 2023, penemuan insiden TBC harus mencapai 60.000 per bulan by name by address,” kata Menkes Budi daam keterangan persnya.

Rencana Menkes Budi Sadikin targetkan penurunan TBC inii disampaikan saat membuka pertemuan multisektor High Mevel Meeting (HLM) Tuberkulosis 2022 yang digelar di Surabaya, Jawa Timur pada Rabu (9/11).

Mendorong laju pemeriksaan TBC yang saat ini masih rendah, adalah alasan Menkes Budi Sadikin targetkan penurunan TBC di Indonesia.

Dari target 969 ribu angka insiden TBC di tahun 2021, baru 50-60% atau sekitar 500-600 ribu kasus yang ditemukan. Menkes lantas membandingkan dengan laju pemeriksaan COVID-19.

“Kalau dibandingin dengan COVID-19, dalam kurun waktu 18 bulan kita bisa mendeteksi 6,5 juta kasus by name by address. Padahal pemeriksaannya sama-sama pakai molekuler, kalau TBC pakai TCM kalau COVID-19 pakai PCR,” terang Menkes.

Dengan kompleksitas yang sama, dan bicara rencana Menkes Budi Sadikin targetkan penurunan TBC di Tanah Air, ia menyebutkan bahwa pengendalian TBC dapat mencontoh penanganan pandemi COVID-19.

Mulai dari strategi penguatan aktivitas testing, tracing dan treatment (3T) guna mempercepat penemuan kasus aktif di masyarakat. Hal ini penting mengingat TBC merupakan penyakit menular, sehingga mendesak untuk ditemukan dan diobati.

“Pada prinsipnya, TBC merupakan penyakit menular, karena itu sistem surveilans baik di level kelurahan, kecamatan, Kabupaten/kota dan provinsi harus benar, kalau hal yang paling dasar sudah benar, nantinya kita bisa bereskan hal pendukung lainnya,” tegas Menkes.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kemenkes menggencarkan kegiatan Penemuan Kasus TBC dengan Skrining X-Ray.

Selain itu, ada juga  Pemberian Terapi Pencegahan TBC pada Kontak Serumah Pasien TBC, yang dilakukan secara serentak di 25 Kabupaten/Kota.

Kegiatan testing dan tracing ini, diperkuat dengan diluncurkannya obat daily dose buatan dalam negeri.

Tiga daerah juga mendapatkan Apresiasi Kinerja Baik atas pembentukan Forum Multi Sektor dalam rangka Percepatan Eliminasi TBC Provinsi atau Kabupaten/Kota Terpilih yakni Kota Tangerang, Surabaya dan Makassar.

“Melalui percepatan ini, saya berharap target eliminasi TBC 2030 bisa tercapai. Mengingat waktu yang kita miliki tinggal 7,5 tahun lagi” tutup Menkes.

Demikian kabar Menkes Budi Sadikin targetkan penurunan TBC.

Ciri-ciri Orang kena TBC

Tuberculosis atau TBC, terkadang juga disingkat TB, adalah salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia.  

Infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis ini menurut ahli, terjadi pada paru-paru manusia. Banyak dari cirinya kerap disepelekan, atau gagal dikenali baik oleh orang di sekitarnya, termasuk penderitanya.

Penyakit yang memicu gangguan pernapasan ini, belum juga mampu dienyahkan dari bumi nusantara.
 
Sebab itu, penting bagi masyarakat menyadari akan keberadaannya. Salah satunya dengan mengenali gajala yang disebabkannya.  

Berikut ini beberapa ciri orang kena TBC, seperti dilansir NHS:

1. Batuk yang tidak kunjung hilang dalam tiga pekan, kemungkinan dibarengi darah.
2. Berat badan menurun
3. Suhu tubuh yang tinggi
4. Tubuh lelah dan lemah
5. Kehilangan napsu makan
6. Pembengkakan di leher

Sumber: